Liputan Khusus
200 Rumah yang Terbengkalai Masih Dijaga Developer
Sudah enam tahun di tinggal, sekalian jaga kompleks ini. Tetapi rumah ini bukan menjadi hak milik saya. Hanya kebetulan jaga saja
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Informasi tidak sedap menyeruak di tengah terbengkalainya 200 perumahan untuk PNS Pemkab Sanggau. Lokasi tersebut kerap disebut- sebut dijadikan tempat kumpul muda-mudi pada malam hari.
Tribun pun mencari tahu dengan melakukan pengamatan pada pukul 19.30 WIB. Ternyata tidak ada muda mudi yang pacaran di sana, baik di Tugu Daranate maupun di jalan sekitar menuju lokasi perumahan.
Seperti diketahui, jalan menuju kompleks perumahan tidak dilengkapi penerangan jalan. Tugu Daranante tak jauh dari kompleks perumahan. Seorang warga yang diminta develover untuk menjaga kompleks sekaligus pekerja bangunan perumahan itu, menyapa Tribun.
"Sudah enam tahun di tinggal, sekalian jaga kompleks ini. Tetapi rumah ini bukan menjadi hak milik saya. Hanya kebetulan jaga saja," kata lelaki yang tak mau disebutkan namanya itu. Ia mengaku dari Pontianak.
Selama dirinya menempati rumah di kompeks tersebut, belum pernah menemukan ada muda mudi yang pacaran. Misalnya di rumah-rumah yang terbengkalai. Apalagi, dirinya biasa keliling kompleks untuk memantau situasi.
"Apalagi yang tinggal di sini banyak polisi juga. Mana orang berani mau pacaran di sini. Kalau sore hari, biasa banyak yang olahraga lari. Tetapi sampai di Tugu Daranante saja," ujarnya.
Warga lainnya yang tinggal di kompleks itu adalah Sofian. Sofian adalah anggota Polres Sanggau. Ia mengaku tidak pernah melihat ada yang pacaran di kompleks perumahan. Namun, ia pernah menemui satu pasangan muda-mudi yang duduk berduaan di Tugu Daranante.
"Satu bulan yang lalu, pas saya pulang dinas, ada menemukan satu pasangan yang duduk di Tugu Daranante. Kemudian saya tegur, lalu mereka pulang," kata Sofian, Jumat (22/5) malam.
Ia sudah dua tahun menempati rumah tersebut. Selama ini, warga kompleks kesulitan mendapat air bersih. Penerangan juga belum ada. "Mungkin kalau sudah ada lampu di sepanjang jalan menuju kompleks, apalagi pas di Tugu Daranante, tidak ada yang berani duduk berduaan atau pacaran di situ," imbuh Sofian.
Ia mengaku membeli rumah tersebut melalui Bank Kalbar dengan uang muka Rp 10 juta. "Karena memang diutamankan PNS, TNI, Polri. Jadi tidak sulit proses pembeliannya," tegas Sofian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rumah-pns-pemkab-sanggau_20150605_134928.jpg)