Breaking News:

Asrama Hidayat Terbakar

Sebelum Meninggal, Tegar Minum Enam Botol Air Mineral

Dimakamkan besok (hari ini), sekitar jam sepuluh pagi, di pemakaman Sasana Laya, dekat Asrama Gatot, belakang Kodam,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/LEO PRIMA
Sejumlah warga bersama anggota TNI berusaha memadamkan api saat kebakaran di Asrama Hidayat, Jl Alianyang, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Senin (20/4/2015). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebakaran hebat yang melanda satu blok barak prajurit TNI AD di Asrama Hidayat menelan korban jiwa. Tegar (14) putra Pelda Santoso tewas setelah mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya.

Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Tingkat III Kartika Husada, Senin (20/4/2015) sekitar pukul 19.15 WIB

Saat Tribunpontianak.co.id, mengunjungi tempat disemayamkannya jenazah (alm) Tegar di Hubdam XII Tanjungpura Jl Imam Bonjol, Senin (20/4/2015) malam. Tampak ramai pelayat yang rata-rata merupakan keluarga besar Kodam XII Tanjungpura.

Jenazah alm Tegar disemayamkan di ruangan Musala Baitul Qiblat Hubdam XII Tanjungpura. Sementara para pelayat baik keluarga maupun rekan keluarga Pelda Santoso beberapa duduk di teras musala, sementara sebagian berjaga di luar musala.

Pelda Santos tampak masih shock, sementara istrinya tak berada jauh dari jenazah anak laki-lakinya. "Dimakamkan besok (hari ini), sekitar jam sepuluh pagi, di pemakaman Sasana Laya, dekat Asrama Gatot, belakang Kodam," ujar satu di antara keluarga korban yang tak mau disebutkan namanya.

Saat itu pula, tak lama Pelda Santoso mengisahkan kepada pihak keluarga dan Tribunpontianak.co.id bahwa saat dirawat di rumah sakit, almarhum Tegar sempat merengek-rengek meminta untuk dibawa pulang. "Pak pulang pak, pulang pak, pak pulang pak," ujar Pelda Santoso menirukan ucapan putranya.

Ia juga menambahkan kisahnya, bahwa ketika di rumah sakit, korban bahkan sempat menghabiskan sedikitnya enam botol air mineral ukuran 1,5 liter. "Dia kuat, fisiknya kuat dia, sewaktu di rumah sakit mampu berdiri, nggak ada nangis dia, cuma ini mungkin sudah panggilan Ilahi," ujar satu di antara keluarga menyambung kisah Pelda Santoso.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved