Kuwas Pontianak Lakukan Perjalanan Wisata Sejarah Kedua.
Peserta yang mengikuti berasal dari beberapa latar belakang, mulai dari dosen dan Mahasiswa di Pontianak.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Galih Nofrio Nanda
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak lakukan perjalanan wisata sejarah beberapa titik seperti Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, Pelabuhan Senghi, Rumah Yayasan Kuning Agung, dan Geraja Gembala Baik.
Koordinator Kuwas Pontianak Haris Firmansyah mengatakan kegiatan yang semula wisata sejarah kali ini merupakan perjalanan yang kedua, sebelumnya pada bulan oktober.
"Awalnya memang kita menggendakan pada bulan November namun lantaran menyesuaikan agenda kawan-kawan yang lain akhirnya baru bisa dilakukan pada hari ini," ujarnya Sabtu (28/2/2015)
Ia memaparkan satu di antara lokasi yang dikunjungi merupakan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta merupakan benda Cagar Budaya yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.
Peserta yang mengikuti berasal dari beberapa latar belakang, mulai dari dosen dan Mahasiswa di Pontianak.
"Kiat beryukur tingginya antusias dari temen-temen yang telah ikut dan berpartisipasi dalam kegiatan yang kita lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan kembali melakukan perjalan wisata kota di Wilayah Sejarah Perkembangan Ekonomi di Pontianak," ujarnya
Mahasiswi Fakultas Tekhnik Jurusan Arsitektur Untan Vilda Indra mengatakan dirinya agak sedikit kecewa pada kegiatan lantaran ada beberapa lokasi yang akan di Kunjungi seperti Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, Rumah Yayasan Kuning Agung, dak Gereja Gembala Baik.
"Kegiatanya bagus tapi sayang gak bisa masuk. Harusnya teman-teman panitia sudah koordinasi dengan pengelola agar bisa masuk. Kan sayang kalau cuma bisa masuk dihalaman doang. Padahal didalamnya banyak nilai sejarah," ujarnya
Ia memaparkan dari kegiatan yang dilakukan cukup berkesan. Bisa sekalian menambah pengetahuan mengenai peninggalan sejarah di Pontianak.
Sementara itu, Mahasiswa Politeknik Tonggak Equator Pontianak Glen Jeven Sie mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kuwas yang mengunjungi daerah yang konon katanya dikenal sebagai Kepala Nega.
"Saya berterima kasih kepada teman-teman Kuwas yang memilih lokasi bersejarah masyarakat Tionghoa. Meskipun saya bukan berasal dari Mahasiswa Sejarah tetapi saya cukup menggemari sejarah," ujarnya (dan)