Traffic Light Mati, Bundaran Tugu Agoesdjam Semrawut

Pergi kerja kendaraan saling mendahului, baik dari arah bandara, arah jalan suprapto, maupun dari arah RSUD Agoesdjam

Tayang:
Penulis: Subandi | Editor: Arief

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejak beberapa hari terakhir traffic light atau lampu merah di Bundaran Tugu Agoesdjam, Ketapang, mati total.

Kondisi ini membuat pengguna jalan resah karena arus lalulintas menjadi semrawut. Lantaran pengendara dari empat jalur berebut ingin saling mendahului.

"Pergi kerja kendaraan saling mendahului, baik dari arah bandara, arah jalan suprapto, maupun dari arah RSUD Agoesdjam," kata pengendara, Adi Wahyudi (35) kepada wartawan di sekitar Bundaran Tugu Agoesdjam, Senin (22/12/2014).

Ia mengaku hampir tiap hari bahkan sehari hingga beberapa kali melintas di bundaran itu. Menurutnya traffic Llght tersebut sudah mati sejak Jumat (19/12) lalu. Namun hingga Senin saat ini belum juga ada petugas yang membetulkannya.

Diharapkannya pihak terkait segera memperbaiki traffic light tersebut. Ia menegaskan jangan setelah ada korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas baru diperbaiki. Sebab Tugu Bundaran Agoesdjam menurutnya jalur utama arus lalu lintas masyarakat.

"Sudah sekitar empat hari lampunya masih mati. Kalau bisa secepat mungkin iperbaiki jadi jangan sampai ada korban jiwa baru bergerak. Sebab kalau seperti ini dapat memicu terjadinya kecelakaan," jelasnya.

Semenjak traffic light tersebut mati, Adi merasa khawatir ketika melintas di jalur itu. "Kemarin ada yang bersenggolan dan jatuh karena dari arah berbeda saling ingin mendahului. "Kalau lampu merahnya hidup kita menunggu rambu-rambunya, tidak saling mendahului," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved