Drama Penyanderaan Siswa SD
Rani 3 Jam Dalam Dekapan Penyandera
Penyanderaan ini berakhir dengan happy ending ini tidak lain karena aksi berani yang dilakukan bocah kelas 4 di SD Negeri Tlogopatut II, Gresik, itu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GRESIK - Drama penyanderaan yang dilakukan Fuad Ahmad (34) terhadap Zahriani Putri Agustin (9) berakhir dengan kematian Fuad, Rabu (17/12/2014). Polisi menembak mati pria asal Jalan Saleh Sungkar, Lombok Barat, Mataram, itu di bagian kepala. Secara dramatis, Rani, panggilan Zahriani berhasil diselamatkan setelah 3 jam disandera.
Penyanderaan ini berakhir dengan happy ending ini tidak lain karena aksi berani yang dilakukan bocah kelas 4 di SD Negeri Tlogopatut II, Gresik, itu. Rani, tenang dan tidak sedikit pun mengelauarkan air mata saat pisau Fuad menusuk bahu kirinya dan lehernya.
Sikap tenang Rani ini, membuat petugas dari Polres Gresik dan Kodim 0817 lebih mudah mengansipasi kemungkinan yang lebih buruk. "Saya heran dengan sikap tenang Rani. Dia tidak menangis atau teriak ketakutan," ujar Kapten Suwanto, anggota Kodim yang ditunjuk Fuad sebagai negosiator.