Drama Penyanderaan Siswa SD
Peluru Tembus Dagu Fuad
Rani menginjak kaki Fuad beberapa kali. Meski injakan itu tidak dirasakan Fuad, aksi berani Rani membuat Suwanto khawatir.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GRESIK - Bocah kelahiran 10 Januari 2005 itu dengan berani melawan. Rani menginjak kaki Fuad beberapa kali. Meski injakan itu tidak dirasakan Fuad, aksi berani Rani membuat Suwanto yang berada paling dekat dengannya khawatir. Keberanian Rani, bisa membuat Fuad semakin nekat.
"Tak idek-idek Yah sikile (Saya injak-injak Yah kakinya)," kata Agus Siswanto menirukan ucapan putrinya. Dia sendiri heran anaknya berani melawan pria yang menyandranya. Keberanian Rani juga sempat meminta kepada Fuad agar dilepaskan. "Om lepaskan saya," ucap pria yang bekerja sebagai buruh pabrik itu.
Aksi Rani sempat membuat Fuad geram. Dia mengancam agar Rani tidak berulah dan diam saja. Bila tidak menuruti perintahnya, Fuad tak segan menghunuskan pisau yang digenggamnya ke tubuh mungil Rani. Ancaman itu membuat Rani lemas. Meski wajahnya pucat, Rani masih bisa mengontrol emosinya.
Rani juga mengetahui langsung bagaimana penyaderanya tewas. Dua tembakan polisi menembus kepala dan bahu Fuad. Rani menceritakan peristiwa mendenarkan itu kepada Agus. "Untung aku ga kenek tembak Yah (Untung saya tidak kena tembak Yah)," ujarnya sembari tersenyum.