Masyarakat Landak Juga Peringati Robo-robo
Masyarakat Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pagi ini juga melaksanakan makan saprah di halaman rumah adat Melayu, Desa Karangan, Rabu (17/12)
Penulis: Hadi Sudirmansyah | Editor: Stefanus Akim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Masyarakat Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pagi ini juga melaksanakan makan saprah di halaman rumah adat Melayu, Desa Karangan, Rabu (17/12).
Makan saprah di halaman ini dalam rangka memperingati acara budaya Melayu Robo-robo atau tolak bala. Event ini merupakan yang ke-12 di Kabupaten Landak.
Pada tahun 2014 ini, kegiatan Robo-robo diperingati dua kali yakni pada 1 Januari dan 17 Desember. Hal ini disebabkan Robo-robo diperingati setiap hari Rabu terakhir di Bulan Safar.
Menurut Mardani, Ketua Panitia, ritual Robo-robo akan dilaksanakan di tempat biasanya yang di gelar setiap tahun.
"Acara seperti biasa, yakni pembukaan, kemudian ritual buang-buang atau tolak bala, doa bersama, dan makan saprah di halaman rumah adat Melayu Desa Karangan," Mardani yang juga Kasie Bimas Agama Islam Kemenag Landak.
Beberapa waktu lalu Banda Kolaga, Kasat Pol PP Landak, sempat menceritakan dengan digelarnya acara budaya Robo-robo di Kabupaten Landak lantaran di Desa Karangan juga terdapat satu di antara makam Raja Mempawah yakni Panembahan Adijaya dan Ratu Kesumba.
Panembahan Adijaya dan Ratu Kesumba merupakan satu di antara raja Mempawah masih memiliki keterkaitan dengan keraton Amantubillah Mempawah.
"Kalau ritual robo-robo di Desa Karangan ini sama persis dengan apa yang digelar di Mempawah," katanya.