KDPDDT-Muslimat NU Latih 25 Kader Kesehatan di Bonti

Di Bonti, untuk angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan yang tertinggi

KDPDDT-Muslimat NU Latih 25 Kader Kesehatan di Bonti
TRIBUN PONTIANAK/HARYANTO
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI bersama Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) melatih 25 kader kesehatan di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, 7-9 Desember ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Setelah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di bidang keterampilan jahit menjahit, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) RI bersama Pengurus Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) kembali melatih sebanyak 25 kader kesehatan di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, 7-9 Desember ini.

Ketua Pelaksana Program yang juga Koordinator PP Muslimat NU Bidang Kesehatan, Hj Yuminah Rahmatullah menerangkan program ini rutin digelar di Kecamatan Bonti. Tahun 2014, merupakan kali ketiga Muslimat NU melatih para kader kesehatan dengan jumlah yang sama.

Pemilihan Bonti, sebagai lokasi untuk melatih kader dijelaskan sudah melalui survei. Apalagi, program ini menyasar pada indikator angka kematian ibu dan kematian bayi

Sudah survai untuk menentukan kelompok penerima, lokasi, semua resmi di-SK-kan bupati 40 orang, dibagi 4 kelompok masing2 kelompok 10 orang setiap orang mendapatkan bantuan mesin jahit, mesin obras, mesin pembungkus kancing dan peralatan lengkap menjahit.

"Di Bonti, untuk angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan yang tertinggi. Jadi, kita sasar ke sana untuk melatih kader kesehatan," jelasnya, pada Jumat (5/12/2014) lalu.

Tambahan kader sebanyak 25 orang ini diharapkannya mampu menularkan ilmu yang telah dipahami kepada masyarakat luas. Sasarannya, terutama AKI dan AKB menjadi menurun.

"Tahun ini ada 25 orang, ini lanjutan tahun lalu yang sudah ada 50 kader. Mereka nanti akan membantu pemerintah untuk menurunkan AKI dan AKB di Bonti," harapnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved