Partai Golkar Terbelah

Munas Memanas, Pria Berbadan Tegap Pegang Pentungan Bambu

Kami ditugaskan untuk menjaga keamanan di sini. Karena ada ancaman tentu kami akan siaga

Editor: Arief

Laporan Wartawan Tribun Bali, Edy Suwiknyo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALI - Suasana di luar areal Musyawarah Nasional Partai Golkar mendadak riuh. Sejumlah orang berbadan tegap berdiri memegang pentungan dari bambu. Seorang dari kumpulan pria berbadan tegap ini mengatakan mereka baru saja mendapat kabar dari teman lainnya yang ada massa yang mencoba masuk ke lokasi Musyawarah Nasional.

"Kami ditugaskan untuk menjaga keamanan di sini. Karena ada ancaman tentu kami akan siaga. Kesuksesan Munas ini kan juga untuk Bali juga," ungkapnya saat ditemui Tribun Bali di depan Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Minggu (30/11/2014).

Tak lama setelah itu, ia kemudian menaiki sebuah mobil Jeep dan keluar bersama sejumlah keamanan Desa Adat (Pecalang). Pantauan Tribun Bali, rombongan tersebut menuju ke Lapangan Lagun yag berada di luar Kawasan Nusa Dua.

Kondisi sempat memanas, ketika Jeep yang ditumpangi pria berbadan tegap tadi menggeberkan knalpot kepada massa yang berada di lapangan tersebut. Sejumlah massa yang mengaku berasal dari Surabaya ini pun mengejar Jeep tersebut, namun bisa dicegah oleh aparat yang berada di lokasi tersebut.

Tak lama, Jeep yang ditumpangi keamana Desa Adat berhenti. Mereka mendatangi massa yang berada di seberang jalan. Beberapa pihak keamanan Desa Adat tampak berbincang dengan sejumlah perwakilan massa. Setelah dicapai kesepakatan massa kembali ke busnya dan pecalang kembali menuju ke kawasan Nusa Dua.

Seorang petugas polisi yang mendampingi dialog pihak keamanan Munas dengan massa mengatakan bahwa peristiwa itu hanya kesalahpahaman saja. "Salah paham, mereka kemudian saya suruh kembali ke Westin. Dan keamanan di sini biar kami dari pihak kepolisian yang menjaganya," terangnya.

Namun, kondisi kembali memnas sejumlah orang tampak kembali mengkoordinir massa untuk memasuki gelaran Munas. Melihat hal tersebut, pihak kepolisian pun berusaha mencegah dan membujuk mereka untuk tidak masuk ke Kawasan BTDC. Tampak Kapolresta Denpasar mencoba menenangkan massa tersebut. Tak lama, massa pun kembali tenang.

Sumber: Tribun Bali

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved