Menjadi Seminaris yang Jujur, Cerdas, dan Militan
Sebanyak 247 Seminaris dari Keuskupan Sintang, Sanggau, dan Keuskupan Agung Pontianak mengadakan pertemuan tahunan.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Mirna Tribun
Citizen reporter
Andreas Oyent
Guru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sebanyak 247 Seminaris dari Keuskupan Sintang, Sanggau, dan Keuskupan Agung Pontianak mengadakan pertemuan tahunan selama tiga hari (7-9 November), di Seminari Menengah Santo Paulus Nyarumkop- Keuskupan Agung Pontianak.
Acara dimulai dengan Perarakan dari pintu gerbang Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) diiringi tarian tradisional dan drumband.
Dengan tema "Menjadi Seminaris yang Jujur, Cerdas, dan Militan" para seminaris diajak merefleksikan panggilannya masing-masing. Kegiatan selama tiga hari tersebut diawali dengan Misa Pembukaan dengan selebran utama Pastor Herman Mayong, OFM Cap.
Dilanjutkan dengan olah raga, seminar , pentas seni, dan evaluasi panggilan. Menurut Rektor Seminari St.Paulus Nyarumkop Pastor Barnabas Meriko, OFM Cap mengajak para seminaris untuk mendalami tema pertemuan yakni menjadi seminaris yang jujur, cerdas, dan militan.
Acara ditutup dengan perayaan Ekaristi bersama umat paroki Santa Maria Nyarumkop dengan konselebrasi para Imam Rektor Seminari. Dalam homilinya, Koordinator Seminari Kalimantan Romo Murdani, C.M., berpesan agar kebersamaan yang telah terjalin sungguh dapat meneguhkan para seminaris sebagai saudara dalam Gereja sebagai umat di bait Allah.
" Berani Jujur, Benar Cerdas, dan Hidup Militan dalam memupuk panggilan merupakan suatu proses yang sungguh arif dan mulia untuk menemukan dirinya sebagai seorang seminaris" demikian ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Romo Murdani, CM juga meminta kepada Orang Muda Katolik (OMK) dan para orang tua di paroki Nyarumkop untuk membuka pintu kepada anaknya untuk menjadi seminaris dalam panggilan hidupnya menjadi seorang Imam.