Breaking News

Warga Keluhkan PKL Tutup Pertokoan di Pasar Tebas

Sebelumnya sering mau ditertibkan oleh Satpol PP, katanya karena sempit sampai ribut-ribut dia minta tertibkan

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS  -  Dilihat kondisi pasar Tebas saat ini sudah tak layak, sejumlah masyarakat minta pemerintah menata kembali pasar. Pasalnya,  pedagang kaki lima di pinggir jalan sudah menutupi pertokoan.

"Kalau dibilang kumuh, ya, hanya lebih baik dari dulu, hanya saja kurang enak dilihat karena pedagang kali lima banyak hingga ke pinggir jalan,"ujar Liman, warga Tebas Sungai kepada Tribunpontianak.co.id, Minggu (9/11/2014).

Ia mengatakan tentunya hal ini berpengaruh pada pembeli yang akan berbelanja di pertokoan. "Jadi susah tidak nampak dari jalan, jadi kalau yang belum hafal tokonya dimana-mana  harus nanya-nanya lagi atau mutar-mutar, tapi bagi yang biasa mungkin tidak,"ungkapnya.

Belum lagi kalau kondisi pasar ramai untuk parkir kendaraan saja harus memakan badan jalan sehingga tidak jarang menimbulkan kemacetan. Sementara sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan kios di pasar Tebas mengakui hal itu karena selama ini belum tersedia tempat yang refresentatif untuk mereka.

"Sebelumnya sering mau ditertibkan oleh Satpol PP katanya karena sempit sampai ribut-ribut dia minta tertibkan, tapi kita minta dicarikan tempat,"ungkap Uning (48), satu diantara pedagang buah di pasar Tebas.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved