Zulfahmi: Pemkab Ketapang Tak Serius Atasi Kebakaran Lahan
Pemkab Ketapang harus segera mengambil langkah-langkah startegis dan signifikan
Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sekretaris LSM Khatulistiwa Kota Kita (K3), Zulfahmi mengarakan, persoalan asap di Ketapang akibat dari kebakaran lahan belum ditangani secara maksimal. Padahal ondisi udara bercampur asap pekat sangat berbahaya bagi kesehatan.
Ia menuding Pemkab Ketapang belum ada upaya serius mencegah kebakaran saat kemarau. Ia mencontohkan, seperti baleho, spanduk atau sebagai media kampanye masih minim. Termasuk di lokasi-lokasi yang mudah dilihat masyarakat sebagai sosialisasi pencegahan kebakaran.
"Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut juga belum maksimal. Alasannya klasik terkait pendanaan dan peralatan. Akibatnya kabut asap semakin mengepung Kota Ketapang," katanya kepada wartawan di Ketapang, Senin (13/10/2014).
Ia menjelaskan udara tak sehat atau asap pekat bisa dilihat mulai pukul 05.00 WIB hingga 09.00. Akibatnya banyak masyarakat terkena sesak napas atau Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terutama anak-anak. "Bahkan menganggu jarak pandang bagi pengguna transportasi darat, laut dan udara," ungkapnya.
Ia berharap Pemkab Ketapang melakukan langkah cepat dan strategis. Sebab sumber api hampir mengepung seluruh wilayah Kota Ketapang. Seperti di Kecamatan Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, Tumbang Titi, Kendawangan bahkan di Kota Ketapang.
"Pemkab Ketapang harus segera mengambil langkah-langkah startegis dan signifikan. Kita sangat prihatin melihat anak-anak harus menghirup udara tidak sehat. Pada hal mereka harus ke sekolah atau beraktivitas di luar sekolah lainnya," tuturnya.