Bupati Sanggau Ngaku Belum Tahu Jembatan Mosu Ambruk
Tiga desa lain yang terancam terisolir itu antara lain, Berancet, Entuma dan Empaong.
Penulis: Haryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengaku belum mengetahui ambruknya Jembatan Sungai Mosu akibat truk pengangkut sawit . Iapun berjanji perbaikan bisa dilakukan.
“Saya kira langsung ditangani, saya belum dapat laporan. Berarti mereka sudah tangani karena tidak sampai ke bupati, biasanya begitu,” ujarnya, pada Kamis (11/9/2014).
Ia mengakui urgensi jembatan baik bagi masyarakat atau perusahaan. Persoalan ini diyakininya bisa diselesaikan. “Pasti sudah ada kegiatan karena perusahaan juga punya kepentingan, saya yakin biasanya kalau sudah sampai ke bupati, berarti gawat darurat,” jelasnya.
Sebelumnya, Jembatan Sungai Mosu, Dusun Lape, Desa Lape, Kecamatan Kapuas ambruk, sejak Rabu (10/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Penyebabnya, satu unit kendaraan truk pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit, milik PT Semai Lestari amblas di jembatan itu. Rencananya, truk itu akan di bawa ke perusahaan di Kecamatan Kembayan dari desa tersebut.
Kepala Desa (Kades) Lape, Yohanes Yan (43) menjelaskan akibat rusaknya jembatan itu arus keluar masuk orang dan barang tersendat. Kejadian ini tak hanya mengancam Desa Lape melainkan tiga desa lainnya. Tiga desa lain yang terancam terisolir itu antara lain, Berancet, Entuma dan Empaong.