Kapolresta Naik Pitam, "Jangan Kaitkan Pemadaman Listrik dengan Keagamaan"
Kedatangan massa Koalisi Rakyat Anti Pemadaman Listrik dalam rangka meminta kejelasan terhadap pihak PLN terkait sering dilakukannya pemadaman.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolresta Pontianak Kombes Hariyanta sempat naik pitam saat berlangsungnya audensi antara pihak PLN Area Pontianak dengan Koalisi Rakyat Anti Pemadaman Listrik di ruang rapat kantor PLN, Kamis (24/7/2014) siang.
Kedatangan massa Koalisi Rakyat Anti Pemadaman Listrik dalam rangka meminta kejelasan terhadap pihak PLN terkait dengan sering dilakukannya pemadaman listrik pada saat bulan Ramadan. Terutama di saat masyarakat muslim hendak berbuka puasa, dan melaksanakan ibadah salat tarawih. Kejadian tersebut dinilai berulang kali setiap tahunnya.
Ketika menyampaikan pertanyaan kepada pihak PLN yang diterima langsung Manager Area PLN Pontianak, Puji Wasi Djatmika dan ditemani M Doing, selaku Deputi Manager Humas PLN Area Kalbar. Satu di antara perwakilan Koalisi Rakyat Anti Pemadaman Listrik menanyakan kenapa saat Hari Raya Imlek, Natal, dan Tahun Baru listrik tidak dipadamkan. Namun, saat bulan Ramadan, listrik sering kali dipadamkan.
Sesaat pertanyaan itu selesai disampaikan, Kapolresta Pontianak Kombes Hariyanta langsung mendekati mikrophone yang ada di depannya.
"Tolong saudara jangan membanding-bandingkan masalah pemadaman listrik ke agama. Ini sangat berbahaya sekali. Tolong ditutup, jangan kaitkan dengan hari raya keagamaan," ujar Kapolresta dengan nada tinggi sambil telunjuk tangannya mengarah ke penanya itu.
Meski demikian, acara audiensi kembali dilanjutkan. Warga tersebut kemudian mengalihkan pertanyaan dengan menanyakan terkait dengan kerusakan mesin PLTG di Siantan, dan daya listrik untuk saat ini terutama wilayah Kota Pontianak.