Syahrial Pertahankan Keaslian Kawasaki Binter Merzy KZ-200

Di Kalbar, ada puluhan unit jenis motor seperti ini. Namun yang original, hanya bisa dihitung jari

Penulis: Mirna | Editor: Jamadin

SANG legenda ini dikenal dengan Binter Merzy. Di negara asalnya, Jepang, motor touring ini bernama Kawasaki KZ-200. Kawasaki Binter Merzy merupakan pelopor motor laki yang berkubikasi besar di kelasnya.

Motor ini pertama kali mengaspal di Indonesia pada 1980. Saat masuk ke Indonesia, motor ini mendapat sambutan luar biasa dari para penggemar roda dua tanah air. Karena pada waktu itu belum ada motor bermesin 200 cc yang dijual secara resmi.

Dalam beberapa tahun, motor ini sempat mengalami perbaikan performa mesin, serta pengapiannya.

Keoriginalan dan keklasikan dari tampilan motor tua ini kerap menarik perhatian banyak orang. Tak heran, banyak juga yang rela mengeluarkan uang dalam jumlah banyak, demi memiliki motor tua ini.

M. Syahrial, Security Jasa Pengawalan dan Pengawalan Star Guard ini, adalah satu di antara penggemar Binter Merzy. Ia telah jatuh cinta dengan motor tua yang satu ini.

"Di Kalbar, ada puluhan unit jenis motor seperti ini. Namun yang original, hanya bisa dihitung jari. Sampai sekarang, saya tetap mempertahankan keoriginalannya," tutur Syahrial kepada Tribun, baru-baru ini.

Untuk mempercantik tampilan, iapun harus merogoh kocek hingga Rp 8 juta demi memperunik sang legenda. Beberapa aksesoripun ditambahkan pada motor tuanya tersebut. Di antaranya behel besi yang dibuat agar motor terkesan seperti motor gede. Dan box-box yang dipasang pada bodi motor, kerap ia gunakan untuk perlengkapan turing bersama komunitas motornya, Black Jack.

Meskipun tergolong motor tua, dengan sistem pengapian yang masih menggunakan platina, namun keperkasaannya sangat teruji. "Motor ini tidak pernah mogok. Pernah saya bawa sampai Singkawang. Malah mesinnya semakin panas, semakin laju," bebernya. (Tribun Cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved