Henny Taklukkan 6 Puncak Gunung di Indonesia
Tubuh lecet akibat mendaki sudah biasa baginya. Bahkan harus melawan cuaca alam yang tidak bersahabat
PEREMPUAN yang hobinya mendaki gunung boleh dikatakan sangat langka. Kebanyakan olahraga ekstrim ini didominasi oleh kaum adam. Begitu besar rintangan atau halangan yang harus dihadapi oleh seorang pendaki. Beberapa dari mereka bahkan mengalami kecelakaan saat pendakian.
Namun Henny Widiastuti, seorang pendaki gunung kelahiran 14 April 1974 ini, membuktikan bahwa perempuan juga bisa mendaki gunung. Segala rintangan dan tantangan yang ada mampu ia hadapi.
Sejak duduk di bangku kelas satu SMA, ia mulai aktif melakukan olahraga ini dan bergabung pada komunitas pecinta alam, di Mapala Untan. "Saya sangat suka keindahaan alam. Saya sering melihat dan mendengar tentang keindahan gunung. Beda rasanya ketika hanya mendengar dan mendaki langsung gunung-gunung itu. Ada suatu kepuasan tersendiri ketika kita bisa mendaki gunung tersebut," ungkap Henny panggilan akrabnya, kepada Tribun, Selasa (17/6/2014).
Hingga kini, telah 6 gunung yang ia daki. Di antaranya Gunung Cartens (Papua Nugini), Rinjani (Lombok), Kerinci (Sumatera), Semeru (Jawa), Latimojong (Sulawesi), Bukit Raya (Kalimantan) dan rencananya ia akan melakukan pendakian ke Gunung Binaiya (Maluku).
"Jika Binaiya sudah saya taklukkan jadi lengkap sudah 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia, The Seven Summit of Indonesia, yang saya daki," tuturnya.
Tidak mudah menaklukan gunung-gunung tersebut. Banyak rintangan yang harus Henny dihadapi. Tubuh lecet akibat mendaki sudah biasa baginya. Bahkan harus melawan cuaca alam yang tidak bersahabat.
"Kabut tebal dan hujan mengguyur tubuh ini sudah biasa. Belum lagi medannya yang berliku-liku. Pernah juga kita sampai tersesat. Bagi saya semua itu adalah rintangan yang harus dihadapi. Meskipun tidak mudah, saya selalu berupaya mencapai puncak gunung-gunung itu dengan semangat tinggi. Ada kepuasaan tersendiri, jika sudah mencapai puncak gunung. Kadang hingga sulit mengungkapkannya dengan kata-kata," imbuhnya.
Dia membeberkan keberadaan gunung-gunung berapi ini menjadikan negeri kita indah luarbiasa. Ia jamin tidak ada orang yang tidak berdecak kagum setelah melihat keindahan alam Indonesia dari atas puncak-puncak gunung itu.
Dan apalagi jika telah menyaksikan keindahan Danau Segara Anak saat di Puncak Gunung Rinjani.
"Mereka yang sudah ke Rinjani pasti ingin balik lagi. Karena pemandangannya luarbiasa. Ketika saya berada di puncak gunung ini, pemandangannya sangat indah. Di dalam gunung terdapat Danau. Namanya Segara Anak. Di sekitar danau, ada air terjun dan gua. Di danau itu ada anak Gunung Rinjani yang masih aktif. Yang kapan saja bisa meletus. Saya saja ke gunung ini sudah dua kali yaitu tahun 2002 dan di tahun ini. Saya barusan pulang dari pendakian gunung ini," tuturnya.
Terkadang untuk mendaki sebuah gunung saja membutuhkan waktu yang lumayan lama, bisa hingga empat hari. "Saya biasa mendaki bersama teman-teman. Jadi senang susah sudah pernah dilalui bersama. Tentunya persiapan yang kita lakukanpun sudah matang. Baik dari fisik, perlengkapan, obat-obatan, makanan dan lainnya," ujarnya.
Kesukaannya akan olahraga ini sudah tak dapat dibendung lagi. Jika ada waktu libur, ia pasti menyempatkan diri untuk mendaki gunung bersama teman-temannya. "Saya kalau diajak berlibur ke luar kota atau luar negeri tidak terlalu suka. Namun jika diajak mendaki, saya pasti tidak menolak," ucapnya dengan wajah tersenyum. (Tribun Cetak).