Penutupan Lokalisasi Dolly

Kabur dari Rumah, Riska Jadi PSK Dolly

Saya tidak tahu pekerjaan apa, tapi si sopir taksi bilang, pokoknya enak dan gajinya besar

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SURABAYA  - Beragam cerita terucap dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) bisa sampai ke lokalisasi prostitusi di Surabaya. Mulai karena frustasi hingga "dijual" oleh keluarganya sendiri dan orang lain. 

Seorang PSK Dolly, sebut saja Rika (32) mengaku, sampai ke Dolly berawal kabur dari rumah karena masalah rumah tangga. Hingga saat ini, Riska sudah empat tahun menjadi PSK di Dolly.

"Saya tidak tahu harus kemana, akhirnya saya naik bus dan sampai di Terminal Bungurasih," kenangnya saat antre pengambilan kompensasi di Markas Koramil Sawahan Surabaya, Kamis (19/6/2014). 

Dikatakannya, dia sampai di terminal yang berlokasi di perbatasan Surabaya-Sidoarjo malam. Rika bingung dan hanya berkeliling terminal lebih dari sejam. Gerak-gerik Rika ternyata diamati oleh seorang sopir taksi yang kemudian menawarinya sebuah pekerjaan. 

"Saya tidak tahu pekerjaan apa, tapi si sopir taksi bilang, pokoknya enak dan gajinya besar," jelasnya. 

Saya pun dikenalkan kepada seorang mucikari di Jarak. Mulanya, Rika tidak percaya jika ternyata dirinya harus bekerja di lokalisasi prostitusi. Setelah dipertimbangkan dengan matang, dia pun menerima, dan menjalani pekerjaannya yang baginya adalah sebuah realita hidup yang harus dia jalani. 

Kabar penutupan lokalisasi Dolly-Jarak, dianggapnya sebagai kabar menggembirakan, apalagi pemerintah menyediakan kompensasi bagi PSK untuk memilih usaha baru yang lebih baik. 

"Mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan kepada saya untuk keluar dari pekerjaan ini," katanya. 

Rika berharap, uang kompensasi penutupan lokalisasi yang diterimanya, senilai Rp 5.050.000 dari Kementerian Sosial bisa mengubah hidupnya ke depan. 

"Ditambah uang tabungan saya yang tak banyak, nanti saya akan buka warung di kampung halaman," katanya. 

Dengan uang kompensasi itu, dia ingin menghapus masa kehidupan kelamnya empat tahun bekerja sebagai pemuas nafsu pria hidung belang di lokalisasi Jarak.

 
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved