Si Klasik Pinky 70 Sudah Melegenda
Waktu itu uang segitu lumayan besar juga
HONDA C70 adalah salah satu motor antik yang memang sudah melegenda. Motor ini memang terbilang laris manis dan juga banyak dicari orang, meskipun bentuk dan tampilannya sudah old fashion.
Hal ini mengacu kepada motor keluaran jenis ini telah diperjualbelikan di berbagai benua dan hingga kini tetap saja eksis sampai sekarang.
Untuk membuat motor ini semakin klasik dan keren membutuhkan beberapa sentuhan supaya motor tersebut terlihat motor sejati. Kerap beberapa pemilik motor antik jenis ini pun tak segan-segan memodifikasi motor tua ini.
Misalnya Nonie Nolly, ibu dua anak pecinta warna pink ini, memberikan sedikit sentuhan, dan ia menyulap motor tua miliknya. Tak banyak perempuan yang menggemari motor tua seperti Nonie.
Banyak kisah di balik usahanya mendapatkan motor tua itu. Banyak perjuangan yang telah dilewatinya. Ia harus mendatangi dari satu tempat ke tempat rongsokan lainnya. Dan ketika itu ia harus mengeluarkan uang Rp 350 ribu demi rangka dan mesin motor idamannya. "Waktu itu uang segitu lumayan besar juga," ucap Nonie kepada Tribun saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/6/2014).
Butuh delapan bulan untuk Nonie membangun motor tua ini menjadi utuh, seperti layaknya tampilan Honda C70. "Membeli motor ini jika langsung utuh motor aslinya, kayaknya tidak ada kesan. Kalau membangunnya pelan-pelan, beda rasanya. Jadi punya cerita tersendiri," tambahnya.
Ia membeberkan modifikasi yang dilakukan pada motor tua kesayangannya ini tidak serta merta langsung begitu saja. "Saya 'kan ibu rumah tangga. Jadi hasil uang sisa belanja yang saya sisihkan, biasanya buat modifikasi beberapa komponen motor. Pelan-pelan akhirnya bisa membangun motor rongsokan menjadi bagus seperti ini," tuturnya.
Tadinya motor itu warna merah. Karena Nonie penggemar berat warna pink, C70 miliknyapun dikelirnya dengan warna tersebut. Kini tampilannya berubah menjadi lebih feminin. Terlebih dengan keranjang di depannya.
"Saya membeli keranjang ini, harus membeli sepeda mini dulu. Harganya Rp 900 ribu. Sepedanya sekarang sudah jadi rongsokan. Saya cari kemana-mana, tidak ada keranjang yang seperti ini. Makanya saya bela-bela beli sepeda, untuk mendapatkan keranjang ini," bebernya.
Beberapa komponen lain ia dapatkan dari teman-teman di komunitas motornya, yang sama-sama menggemari Honda C70. "Itulah keuntungannya mempunyai komunitas motor. Hobi kita tersalurkan. Kitapun dapat terbantu jika kesulitan mencari sparepart. Mereka biasa ikut membantu mencarikan," imbuhnya.
Banyak sudah yang mengincar motor tua miliknya itu. Bahkan ada yang rela menukarnya dengan motor baru. Akan tetapi ia menegaskana untuk tidak menjualnya. "Saya dengan motor ini sudah tak bisa terpisahkan lagi. Dengan motor ini, saya melampaui tiga kerajaan sekaligus, dalam dua hari yaitu Kerajaan Pontianak, Mempawah, sampai Kerajaan Sambas. Banyak cerita saya dan motor ini. Saya tidak akan menjualnya," pungkasnya. (Tribun Cetak).