Khatulistiwa Motor Bebek Club Tanam 9.000 Mangrove

Kita bekerjasama dengan Mempawah Mangrove Concervation (MMC)

Penulis: Mirna | Editor: Jamadin

KHATULISTIWA Motor Bebek Club atau disingkat Khambek ini merupakan wadah perkumpulan pecinta motor tua. Klub motor jadul ini dibentuk sejak 1997, namun sempat vakum selama empat tahun.

Kini mereka eksis kembali dengan segudang kegiatan yang lebih bermanfaat dari sebelumnya. Mereka merasakan kegiatan yang dilakukan dari tahun ke tahun selalu saja touring. Padahal masih banyak kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat dan dapat memberikan dampak yang besar untuk orang banyak.

"Dari tahun ke tahun kita kalau tidak touring atau baksos. Pasti itu saja kegiatan kita.
Aku coba melempar pemikiran ke kawan yang lain. Kenapa kita tidak bisa berbuat untuk orang banyak dan dampaknya terasa nanti kepada anak cucu kita? Respon kawan-kawan sangat baik," Rainal Bonanza atau akrab disapa Een Khambec ini kepada Tribun, Kamis (15/5).

Olehkarena itu, merekapun mengadakan reklamasi alam melalui penanaman mangrove. "Kegiatan ini sudah berjalan selama dua tahun. Dan sudah lebih dari 9.000 tanaman mangrove yang kita tanam. Kita bekerjasama dengan Mempawah Mangrove Concervation (MMC), " tuturnya.

Jika tahun kemaren mereka menanam mangrove di empat lokasi. Yaitu di Desa Malikian, Penibung, Bakau Besar, dan Sengkubang. Dan rencananya tahun ini juga mereka akan menanam di empat titik lokasi yang berbeda di Kabupaten Mempawah.

Tidak menutup kemungkinan menurut mereka, nantinya akan menanam ke kabupaten lain. Mangrove yang sudah mereka tanam, tidak serta merta ditinggalkan begitu saja. Mereka turut memeliharanya.

"Setelah kita tanam, selanjutnya dipelihara lagi dan dicek kembali apakah hidup atau ndak. Dari semua lokasi yang sudah kita tanami, ada dua lokasi yang mengalami pengulangan menanam, " tuturnya.

Dia menjelaskan, menanam mangrove itu tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang harus berkubang di dalam genangan air. Bahkan tubuh harus kotor-kotoran terkena lumpur. Mereka tidak pernah mengeluh akan hal itu. Justru mereka dengan senang hati melakukannya.
Harapan mereka dengan kegiatan reklamasi alam itu agar kelak masyarakat setempat yang telah ditanami mangrove di daerahnya merasakan manfaat. (Tribun cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved