Syarifah Tewas Usai Pesta Miras Dengan Teman Kencannya
Agus mengatakan, sebelumnya korban sempat pesta miras, minum bir bersama-sama.
Penulis: Subandi | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Syarifah Iin Nurhayati (32), warga Gang Belibis Jl Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan meninggal mendadak, Rabu (23/4/2014). Ia meninggal dalam kamar pada satu di antara kost di Gang Usaha Bersama Jl Gatot Subroto Desa Payak Kumang Kecamatan Delta Pawan.
Polisi yang mendapat kabar langsung menyisir dan memeriksa lokasi kejadian, sehingga mengundang perhatian warga yang berdatangan ke kost itu. Padahal sebelumnya tak satupun dari warga bahkan penghuni kost lainnya tahu kasus kematian itu.
Menurut saksi mata, Agus (27) sebelum meninggal mulut korban mengeluarkan buih. Tubuhnya kejang-kejang dan wajahnya pucat membiru secara tiba-tiba. Ia yang berada satu kamar dengan korban tidak mengetahui apa penyebabnya.
Agus mengatakan, sebelumnya korban sempat pesta miras, minum bir bersama-sama. "Kita ke sini (kost) berempat diajak almarhumah sekitar pukul 22.30 WIB. Kemudian di dalam kamar kita berempat minum bir empat botol sampai sekitar pukul 02.30," katanya.
Setelah itu dua teman almarhumah cewek dan cowok pulang sekitar pukul 03.00 WIB. Meski baru kenal pada malam kejadian, ia bersama korban berhubungan layaknya suami istri. Menurutnya, setelah berhubungan itulah kejadian merenggut nyawa Iin.
"Setelah berhubungan saya duduk di kasur dan almarhumah keluar kamar. Sebelum keluar almarhumah mengambil tas yang berisi bermacam barang. Kemudian dia masuk lagi dan baring. Tapi tak lama kemudian dia kejang-kejang dan keluar buih dari mulutnya," tuturnya.
Di kamar itu ia melihat ada bungkusan berisi serbuk yang tak tahu benda apa. Serta pil KB beberapa keping dan yang sudah terbuka sekitar lima butir. Awalnya ia berusaha membantu dengan memberikan minyak angin kepada korban.
"Saya ingin minta bantuan tapi sudah subuh. Kemudian temukan minyak angin langsung saya gosokkan pada almarhumah dan terlihat kondisi korban lebih baik. Namun buih dari mulut almarhumah tetap terus keluar," ujarnya.
Karena buih dari mulut korban tak berhenti, Agus pergi ke rumah sakit memanggil ambulan untuk membawa korban. "Saya menolong dan membawanya ke rumah sakit sendiri," ujarnya.