Black Jack Kampanye Anti Diskriminasi

Kegiatan lainnya yang sering kami lakukan yaitu touring, melakukan silaturahmi ke semua chapter kami yang tersebar di Kalimantan Barat

Penulis: Mirna | Editor: Jamadin

LATAR belakang dibentuknya komunitas Black Jack, kurang lebih sama seperti komunitas-komunitas motor pada umumnya, yaitu karena kesamaan hoby dan menjalin persaudaraan dimanapun berada, dengan asas kekeluargaan dan kebersamaan.

Mereka sangat anti diskriminasi. "Black Jack tumbuh besar dari berbagai suku bangsa. Kita tidak membedakan suku, ras, agama, etnik, golongan, status sosial, dan ekonomi," terang Zainul Irwan Azhari, pecinta motor Norton kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (17/4) kemarin.

Pada dasarnya klub motor atau komunitas motor tidak ada perbedaan, yakni sama-sama menyukai dunia otomotif khusus roda dua. "Namun ciri atau konsep motor kita yang membuat berbeda. Kalau komunitas motor pada umumnya mereka 1 merek atau satu jenis motor saja. Sedangkan di Black Jack itu berbeda-beda jenis motor dan konsepnya. Ada buatan Jepang, England, dan lain-lain. Konsep motor yang kami tampilkan di Black Jack ini lebih ke konsep atau modifikasi chopper. Inilah yang biasanya membedakan kami dengan club motor lainnya, khususnya di Pontianak," ujarnya.

Untuk menepis tanggapan miring dari masyarakat tentang klub motor yang selalu diidentik dengan keributan atau anarkis, merekapun mengisi kegiatan yang dilakukan dengan bakti sosial antar klub motor, secara bersama-bersama membantu mereka yang sedang mengalami kesusahan, seperti penanggulangan bencana, dll.

Selain bakti sosial yang menjadi bagian salah satu kegiatan yang mereka lakukan setiap tahunnya, kerap mereka juga touring bersama-sama melepas refreshing dari segala kepenatan beraktivitas.

"Kegiatan lainnya yang sering kami lakukan yaitu touring, melakukan silaturahmi ke semua chapter kami yang tersebar di Kalimantan Barat. Dengan tujuan mempererat tali persaudaraan di antara kami, seperti Ngabang chapter, Parindu chapter, Sanggau chapter, Sekadau chapter, Sintang chapter, Mempawah chapter, dan Singkawang chapter," terangnya.

Di Black Jack sendiri memiliki aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar oleh para anggotanya. Sanksi yang diberikan sangat tegas jika ada yang melanggarnya.

Aturan-aturan itu dikatakan mereka sudah tertuang dalam AD-ART. Di mana mewajibkan para anggota menggunakan rompi apabila sedang menunggangi kendaraan tempur. Apabila salah satu dari life member yang menunggangi kendaraan tempur tanpa memakai rompi, maka akan dikenakan sangsi.

"Rompi itu untuk mengantisipasi segala sesuatu yang tidak kita inginkan. Banyak klub motor di Kalimntan Barat, hampir sama dan mengusung konsep yang sama pula. Untuk itulah identitas yang kita tuangkan ke rompi itu sangat bermanfaat," tuturnya.

Menurutnya, kita tidak bisa seeanaknya mengendari motor atau merugikan pengguna jalan lainnya, identitas itulah sebuah pertanggung jawaban jika terjadi sesuatu yang tidak kita ingin kan. (tribun cetak).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved