PDAM Dapat Dana Hibah, Sambungan Baru Per Rumah Rp 500 Ribu

Sudah kita data siapa saja yang dapat. Sekarang kita menunggu validasi data yang mereka lakukan

Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG -  Direktur PDAM, Kristina Kilin mengungkapkan, tahun ini pihaknya mendapat hibah dari AUSaiD yang dilaksanakan Kementerian Keuangan dan Pekerjaan Umum. Bentuk dari hibah tersebut adalah sambungan murah bagi 2000 masyarakat berpenghasilan rendah.

Hibah tersebut menurutnya, akan dilaksanakan tahun ini. Di antara warga yang mendapat program itu berdomisili di Singkawang Utara, Tengah, Timur, dan Barat. "Sudah kita data siapa saja yang dapat. Sekarang kita menunggu validasi data yang mereka lakukan," ungkap Kilin, Selasa (15/4/2014) di ruang kerjanya. 

Menurutnya, dana awal untuk sambungan tersebut akan ditanggung terlebih dahulu. Baru setelah semua selesai dipasang, pihak Usaid akan melakukan validasi. Jika memang telah valid, maka dana hibah akan dicairkan ke rekening pemkot.

"Pasang sambungan rumah perlu pembiayaan. Kita menunggu dari mereka, berapa jumlah yang boleh dipasang. Awalnya kita menggunakan dana sendiri," kata dia.

Dengan hibah tersebut, mereka yang termasuk dalam penerima hanya perlu membayar Rp 500 ribu dari total biaya sambungan per rumah Rp 2 juta. Pembayarannya juga dapat dicicil.

Selain hibah AUSAID, upaya untuk memberikan pelayanan air bersih secara merata ke masyarakat juga dilakukan dengan beroperasinya IPA 2. Ada lebih dari 3000 pelanggan yang dilayani.

"Sekarang kita melakukan pembenahan. Ada yang airnya belum mengalir kita benahi. Dari BNI ke arah selatan itu jalur IPA 2. Kalau mau buka sambungan baru, silakan," katanya. 

Tidak hanya itu. Saat ini IPA 10 liter per detik di Semelagi juga sudah beroperasi. Warga di sekitar wilayah tersebut sudah mendapat pelayanan air bersih dari PDAM.

"Saat ini dari SDA Provinsi juga melanjutkan penyelesaikan IPA yang nantinya akan menghasilkan air baku dengan kapasistas minimal 200 liter per detik," katanya.

Dia menyatakan, sejauh ini baru 31 persen masyarakat yang terlayani. Selain air baku, persoalan lain adalah kurangnya IPA. "Itu di antara program PDAM ke depan. Kalau bicara tentang kesungguhan untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat, kita tiga kali. Jadi sunguh, sungguh, sungguh," pungkasnya.

Ketua DPRD Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan dengan hibah tersebut maka upaya Pemkot untuk mencapai visi-misi pelayanan air bersih ke masyarakat terbantu. Ditambah lagi penyertaan modal yang setiap tahunnya dianggarkan dalam APBD. "Sejauh mana yang dilakukan, fokus tidak ? Kalau tidak fokus, mau Rp 10 miliarpun, tidak akan bisa," kata Chui Mie.

Dirinya menyatakan, pihaknya di DPRD Singkawang sudah berusaha semaksimal mungkin agar visi-misi itu terwujud. "Kita harap wali kota benar-benar fokus dengan ini. Apalagi sudah dibantu dari Australia itu ya. Kalau sungguh-sungguh dan fokus, bisa," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved