Breaking News

3 Kawasaki Ninja Berbeda Rasa

Sentuhan yang pas akan membuat motor jauh lebih indah daripada sentuhan yang terlalu banyak. Less is More. Itu prinsip nya

Penulis: Mirna | Editor: Jamadin

ALBIE, Julius Kurniawan dan Joni Halim adalah para pria pengagum tunggangan Kawasaki Ninja 150 R. Meskipun mereka memiliki motor yang sama, namun masing-masing mempunyai kekhasan tersendiri.

Misalnya Albie, Pemilik Bengkel Fajar motor di Jalan Pahlawan ini. Ia memilih konsep yang berbeda dari kedua pria tersebut. "Konsep Ninja aku enggak berubah dari segi penampilan bodi. Bodi dan stiker-stiker mempertahankan asli. Hanya komponen-komponen di luar bodi yang dipermak," ujar Albie kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (28/3/2014) kemarin.

Ia ingin membuktikan kepada para rider Ninja lainnya, bahwa motor standar enggak perlu dimodif ekstreme supaya tampil cakep dan tidak membosankan dilihat.

"Sentuhan yang pas akan membuat motor jauh lebih indah daripada sentuhan yang terlalu banyak. Less is More. Itu prinsip nya," pungkasnya.

Dengan konsep yang diusung, justru membuat motornya jauh lebih enteng dari ninja R yang standar pabrikan. Hal ini disebabkan pengaruh pelak balap baru yang bobotnya jauh lebih ringan dari pelak standar pabrikan.

Berbeda halnya dengan tampilan baru Kawasaki Ninja dari Julius Kurniawan, pemilik toko sepeda Fajar Niaga. Ia lebih memilih mendadani motornya dengan konsep Thailand Look.

"Saya ingin beda dari yang lain saja. Makanya saya memilih konsep ini. Untuk fairingnya saja, saya pakai fairing asli Kawasaki Ninja Thailand yang bernama Kawasaki SSR 150," ujarnya.

Tampilan motor Joni Halim juga tak kalah kerennya dari kedua pria tadi. Ia pilih Kawasaki Victor Thailand sebagai konsep yang diusung. "Belum ada yang menggunakan konsep ini pada jenis motor ini di Pontianak," tutur Joni.

Kelebihan motor ini berbeda dengan motor Ninja 150 biasa. Bisa dilihat dari posisi cakram depan sebelah kiri. Dan velg kawasaki victor palang 5 merk Enkei buatan Jepang, dimana belum ada yang memakainya di Pontianak karena barang ini langka.

Ketiga pria tersebut merasa puas dengan hasil modifikasi yang telah mereka lakukan. Menurut mereka ubahan yang dilakukan boleh dikatakan sempurna. Di mana tampil beda dengan sentuhan tak terlalu ektrem. (tribun cetak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved