Editorial

Kampanye Tanpa Anak

Sayang hampir semua parpol masih melibatkan anak-anak di bawah umur dalam kampanye

Kampanye  Tanpa Anak
Sahirul Hakim
Wakil Gubernur Kalbar, Christiandi Sanjaya, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Aries Sulistiyo, Ketua KPU, J Umi, Banwaslu, dan lainnya saat mau menerbangkan balon kampanye damai, Sabtu (15/3/2014) 

KAMPANYE  perdana pemilu legislatif 2014 dalam bentuk rapat umum terbuka parpol secara serentak di tanah air Minggu (16/3) berlangsung relatif damai dan meriah, meski suasana kompetisi mulai terasa. Sayang hampir semua parpol masih melibatkan anak-anak di bawah umur dalam kampanye.

Pantauan tim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) seperti dikutip Kompas (17/3), kasus itu terjadi dalam kampanye Partai Hanura, Nasdem, Golkar, Demokrat, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pelibatan anak-anak dan balita paling banyak terlihat dalam kampanye hari pertama PKS di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dalam acara, anak-anak berusia di bawah 1 tahun pada umumnya digendong oleh ibu mereka di luar stadion. Sedangkan anak-anak berusia di atas 1 tahun kebanyakan turut serta di dalam stadion, sebagian membawa beragam atribut partai, seperti terlihat di tayangan televisi.

Alasan mengikutkan anak-anak, Presiden PKS Anis Matta mencoba memberi penjelasan bahwa itu bagian dari pendidikan politik. Alasan lain membawa anak karena orangtua mereka mengikuti kampanye, dan tidak ada yang menjaga di rumah. "Kami kan konsepnya memang ketahanan keluarga. Jadi ini juga kampanye bahwa kami ini salah satu agenda dasarnya adalah masalah ketahanan keluarga," ucapnya.

Meski sudah dijelaskan, kritikan atas kebijakan PKS ini tetap mengalir deras. Publik di dunia maya ramai-ramai mengkritik para petinggi PKS. Misalnya, akun @panderadja membuat pelesetan kepanjangan PKS, dari Partai Keadilan Sejahtera menjadi Parade Keluarga Sejahtera. "Itu piknik," ucap akun @arifmahmudah.

Sebenarnya, larangan melibatkan anak dalam kegiatan politik termasuk kampanye sudah secara tegas diatur dalam undang-undang Pasal 84 ayat (2) huruf j UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Dalam pasal itu disebutkan bahwa kampanye dilarang mengikutsertakan warga negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih. Pelanggaran atas pasal ini seperti disebut dalam Pasal 271 UU Pemilu bisa dikenai pidana penjara tiga bulan hingga satu tahun dan denda berkisar Rp30 juta hingga Rp 60 juta.

Kemudian dalam Pasal 15 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak juga duatur bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Memanfaatkan anak dalam kampanye bisa dipidana lima tahun penjara denda maksimal Rp 500 juta.

Menurut Ketua KPAI M Nasrun Niam Sholeh, ada 15 bentuk penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik. Antara lain memobilisasi massa anak, menjadikan anak sebagai jurkam, menampilkan anak di atas panggung kampanye, memanfaatkan anak untuk melakukan praktik politik uang, dan membawa anak ke arena kampanye terbuka yang membahayakan.

Data KPAI mencatat, pada Pemilu 2009 lalu ada enam orang anak tewas karena ikut kampanye. Ada anak yang tewas karena tertimpa panggung kampanye, anak yang jatuh dari sepedamotor saat ikut orangtuanya konvoi, dan ada anak yang tewas karena truk yang ditumpanginya terperosok.

Nah di pemilu kali ini, apa kita harus menunggu ada anak yang tewas, baru kita sadar bahwa dalam kampanye anak tidak boleh ikut karena berbahaya. Pendidikan politik untuk anak juga tidak seharusnya dilakukan di arena kampanye. Pendidikan politik untuk anak adalah pendidikan tentang menghargai pendapat oranglain, pendidikan soal demokrasi sampai menyampaikan pendapat. Sedangkan pada kampanye, anak terkadang diajari cara untuk saling menghujat.

Karena itulah kita berharap kepada seluruh parpol, caleg, juru kampanye dan penyelenggara untuk memastikan pelaksanaan kampanye yang edukatif, memiliki komitmen bersama untuk perlindungan anak dan mencegah penyalahgunaan anak. Marilah kita ciptakan pemilu yang damai, jujur dan adil, tanpa money politik dan tanpa melibatkan anak dalam kampanye. (tribun cetak)

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved