Tersangka "Kolor Ijo" Pemerkosa 19 Perempuan Dibenci Keluarga

Demi kepentingan penyidikan, Iwan mengimbau warga yang menjadi korban "Kolor Ijo" agar melapor ke polisi

Tayang:
Editor: Steven Greatness

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PROBOLINGGO – Buasir Nur Khotib alias “Kolor Ijo” setelah sempat dibawa ke Polda Jatim dikembalikan lagi ke Mapolresta Probolinggo, Jawa Timur untuk pengembangan penyidikan kasus perampokan dan perkosaan. Sebab, Polresta dianggap mampu untuk menangani kasus tersebut.

Kapolresta Probolinggo, AKBP Iwan Setiawan mengatakan, awalnya Buasir memang dibawa ke Polda. Tapi pada sore harinya, pelaku diserahkan lagi ke Polresta Probolinggo.

“Sesampai di Polda, penyidik mempelajari materi penyidikan. Karena wilayahnya di Kota Probolinggo, akhirnya dikembalikan ke Polresta. Tapi prosesnya tetap di-back up Polda,” jelas Iwan, Senin (17/2/2014).

Disinggung mengenai perkembangan penyidikan, Iwan mengatakan sejauh ini kasus kriminal yang dilakukan Buasir masih tetap di 43 tempat kejadian perkara (TKP), dan enam di antaranya di Probolinggo. Menurut Iwan, "Kolor Ijo" diduga telah memperkosa 19 bukan 31 wanita sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Demi kepentingan penyidikan, Iwan mengimbau warga yang menjadi korban "Kolor Ijo" agar melapor ke polisi. Jika korban malu melapor ke mapolres, korban bisa menelepon polisi saja. Nanti penyidik yang akan mendatangi rumah korban. Menurut Iwan, korban jangan takut melapor, karena persidangannya akan digelar tertutup.

Dibenci keluarga

Nur Khotib pun harus merasakan dampak negatif atas perbuatan kejinya itu. Dia mengaku, jangankan polisi dan orang lain, keluarganya juga merasa benci pada dirinya karena perbuatannya yang sangat jahat.

Pria yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas III SD itu juga tak dijengkuk keluarganya sejak ditahan di sel Mapolres Probolinggo.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, masyarakat bisa bernapas lega dari teror "Kolor Ijo". Itu setelah Kepolisian Resor Kota Probolinggo menangkap pelaku "Kolor Ijo" bernama Buasir Nur Khotib (50), warga Desa Pohsangit Lor, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, di rumahnya, Kamis (30/1/2014).

Polisi menangkap Buasir yang telah meneror perempuan sejak 2004. Aksi Buasir ini telah berlangsung sepuluh tahun. "Kolor Ijo" dalam melakukan aksinya selalu mengenakan celana pendek berwarna hijau, lalu memerkosa perempuan dan mencuri barang-barang berharga korban.

Penulis : Ahmad Faisol

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved