Breaking News:

Kasus Terminal Sungai Raya

Kejati Kalbar Tahan Mantan Bupati Pontianak Agus Salim

"AS yang keluarkan rekomendasi dan mencairkan duit dari yang klaim punya tanah," kata Didik Istiyanta.

Editor: Andi Asmadi
TRIBUN PONTIANAK/JAMADIN
Mantan Bupati Pontianak, Agus Salim. 

PONTIANAK, TRIBUN - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menahan mantan Bupati Pontianak, Agus Salim, terkait kasus dugaan korupsi ganti rugi lahan Terminal Sungai Raya. Lahan ini dulunya wilayah Kabupaten Pontianak, namun setelah pemekaran kini masuk wilayah Kabupaten Kubu Raya.

Asisten Pidana Khusus Kejati Kalbar, Didik Istiyanta, mengatakan, Agus Salim berperan sebagai pencair dana ganti rugi lahan tersebut.

"AS, Mantan Bupati Kabupaten Pontianak, sudah ditahan. Dia yang keluarkan rekomendasi dan mencairkan duit dari yang klaim punya tanah. Tadi AS kita panggil, datang sendiri, bukti sudah cukup, kita tahan," kata Didik, Selasa (28/1/2014).

Agus Salim datang sendirian ke Kejaksaan Tinggi Kalbar seusai menerima surat pemanggilan. Ia tidak didampingi siapapun, termasuk belum menunjuk kuasa hukum. "Tadi datang sendiri, sebelumnya kita panggil untuk datang, belum ada pengacara, sekitar pukul 17.30 Wib ditahan. Sudah dibawa ke Rutan Kelas 2A Pontianak,," tuturnya.

Jaksa menjerat mantan bupati Kabupaten Pontianak Agus Salim pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sama dengan yang dikenakan kepada tersangka pertama, Mochamad Shafei.

Kejati Kalbar menegaskan kembali bahwa tindakan Bupati tidak tepat dengan mengganti rugi lahan, karena lahan tersebut adalah milik Pemda Kabupaten Pontianak.

"AS mencairkan duit untuk memberi ganti rugi tanah dan seharusnya tanah itu tidak perlu tidak ganti rugi. Kasus ini terus kita kembangkan, dan terus dalam penyidikan," paparnya.

Kejati Kalbar sebelumnya menahan Mochamad Shafei, orang yang mengklaim pemilik tanah yang kini menjadi lahan terminal angkot Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya tahun anggaran 2006 /2007. Akibat ganti rugi ini negara mengalami kerugian senilai Rp 3 miliar sebagai biaya ganti rugi lahan tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved