Jakarta Banjir

Pengusaha Merugi Puluhan Miliar Rupiah

Perkiraan jumlah pedagang mencapai 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA Lumpuhnya sejumlah pusat aktivitas perekonomian akibat banjir yang melanda Jakarta menyebabkan kerugian besar bagi kalangan pengusaha yang diperkirakan puluhan miliar rupiah. Tak hanya itu, akses menuju ke pusat perekonomian itu juga banyak yang terputus lantaran banjir. 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, sejumlah pusat perekonomian yang mengalami kerugian antara lain, Mangga Dua, Kelapa Gading, Pasar Pagi, ITC dan WTC Mangga Dua Square Mall, Mall Mangga Dua dan Harco Mangga Dua.

"Perkiraan jumlah pedagang mencapai 20 ribu toko dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios. Maka kerugian mencapai Rp 50 miliar per hari," ujar Sarman, Minggu (19/1/2014). 

Di kawasan pusat perbelanjaan Kelapa Gading, Jakarta Utara, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 miliar setiap harinya. Ratusan toko, perkantoran, mal, bahkan beberapa kantor cabang bank mengalihkan pelayanan nasabahnya ke bank lain yang terdekat. 

Di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat juga bernasib sama. Omzet pedagang di kawasan tersebut diperkirakan turun hingga 60 persen akibat akses ke Tanah Abang banyak yang terputus. Kondisi lalu lintas Jakarta di mana banyak yang terendam juga menyebabkan pskologis konsumen untuk membeli menjadi turun.

Di kawasan industri Pulogadung, lanjut Sarman, juga sempat dilanda banjir di beberapa titiknya dengan ketinggian mencapai 50 centimeter. Namun, hingga saat ini belum ada laporan kerugian dari 300 pabrik yang ada di kawasan itu akibat banjir.

Hal tersebut juga terjadi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), khususnya di bidang industri padat karya semisal garmen, tekstil. Sisi transportasi pun mengalami kerugian besar akibat banjir. Di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, banjir mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas yang sangat parah. Akibatnya, waktu tempuh kendaraan pengangkut barang menjadi lama. Alhasil uang operasional para sopir truk-truk tersebut pun membengkak. Kerugian di sektor itu, kata Sarman, ditaksir Rp 9 miliar.

"Dampak banjir tahun 2014 ini memang belum separah tahun lalu karena tahun lalu banjir menggenangi jantung Ibu Kota, bahkan Istana Negara dan kantor Gubernur juga terendam," lanjutnya.

Sarman mengatakan, pengusaha sangat mendorong upaya dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan program penanggulangan banjir di Ibu Kota. Misalnya, dengan normalisasi waduk, sungai, saluran mikro, pembuatan sodetan, pembuatan waduk hingga rekayasa cuaca. Menurutnya, pembangunan itu adalah investasi ekonomi untuk masa yang akan datang. 

"Pemprov DKI diharapkan mempercepat langkah antisipatif menghapi banjir yang akan datang setiap tahun, apalagi dengan cuaca ekstrem akhir-akhir ini yang kadang bisa meleset dari perkiraan," lanjut Sarman.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved