Puluhan Perwakilan Buruh PT Harita Mengadu ke DPRD

Biasanya tentu perusahaan mengutamakan Pekerja yang telah berpengalaman untuk diprioritaskan diterima

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sekitar 30 perwakilan serikat buruh perusahaan mineral PT Harita mendatangi DPRD Ketapang, mereka meminta kejelasan nasib mereka yang dikabarkan akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perwakilan perusahaan ternyata masih gamang menyampaikan status pekerja ini nantinya.
 
Ismet siswadi, perwakilan manajemen PT Harita menuturkan pihaknya masih menunggu pembicaraan terakhir dengan pemerintah pusat terkait surat edaran menteri esdm. Dimana pengolahan mineral dilakukan didalam negeri dan penghentian ekspor mineral terhitung mulai 12 Januari mendatang.

Akibat surat edaran ini, otomatis perusahaan kemungkinan akan mengambil kebijakan efisiensi sembari melakukan pembangunan pabrik pemurnian mineral atau smelter di Sungai Tengar, Ketapang. "Saya juga menyampaikan permohonan manejemen untuk meminta eksekutif dan legislatif untuk mendorong adanya dispensasi bagi ekspor untuik operasional perusahaan karena pembangunan pabrik tengah dilakukan,"kata Ismet saat audiensi.

Namun Ismet mengaku belum bisa menjawab apakah seluruh pekerja akan terkena dampak PHK, lantaran keputusan ini ada pada direksi. Terkait permintaan pekerja yang di PHK agar diutamakan ketika pabrik beroperasi kembali Ismet tidak dapat menjawab secara gamblang.

"Biasanya tentu perusahaan mengutamakan Pekerja yang telah berpengalaman untuk diprioritaskan diterima,"katanya

Ketua Serikat Buruh Setingkat Perusahaan site Air Upas PT Harita, Bustami menuturkan pihaknya membutuhkan jawaban pasti apakah di putus hubungan kerjanya atau tidak. 

Jikapun diputus kata Bustami, pekerja akan legowo sepanjang ada kepastian ketika perusahaan kembali beroperasi nantinye mereka diprioritaskan untuk kembali bekerja seperti sediakala. "Apakah ada jaminan atau tidak bagi kami untuk bekerja seperti biasa, ketika perusahaan sudah memiliki pabrik untuk pemurnian bauksit ini,"katanya
Penulis: Novi Saputra
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved