Damai Natal 2013
Natal harus Disikapi dengan Kesederhanaan
Lepaskanlah belenggu-belenggu egoisme yang menjerat manusia mkenjadi tidak peduli dengan sesamanya
Penulis: Novi Saputra | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Natal kata Uskup Mgr Pius Riana Prapdi Pr haruslah disikapi dengan kesederhanaan, dan menghindarkan diri dari sikap hura-hura yang akan merugikan baik bagi diri sendiri maupun sesama.
Natal juga mesti diartikan sebagai memberikan yang terbaik bagi sesama manusia maupun alam semesta."Merayakan natal artinya kita sebagai manusia memberikan yang terbaik baik bagi sesama maupun kepada alam semesta,"katanya kepada Tribun saat memberikan pesan Natal , Senin (23/12/2013)
Selain itu, dalam momen Natal juga kata Mgr Pius mesti dijadikan momentum oleh manusia untuk melepaskan belenggu-belenggu yang selama ini menjadikan manusia abai acuh dan tak peduli terhadap sesama dan lingkungannya.
"Lepaskanlah belenggu-belenggu egoisme yang menjerat manusia mkenjadi tidak peduli dengan sesamanya,"katanya
Yang tak kalah penting adalah mengubah sikap rakus, sebuah sikap yang sangat identik dengan manusia, agar diubah menjadi sikap penyayang kehidupan serta mengubah perilaku boros menjadi perilaku sederhana.