Dapatkan Motor Jadul Ibarat Nembak Cewek
Suatu ketika yang punya motor kedatangan rekan bisnisnya dari Jakarta dan minta oleh-oleh ikan asin tawar.
MEMILIKI motor jadul alias tua bukanlah segampang yang dibayangkan. Kerap butuh perjuangan keras untuk mendapatkannya. Bagi mereka pecinta motor jenis ini, tentu saja apapun akan mereka lakukan dengan segala cara demi mendapatkannya.
Seperti kisah yang diceritakan oleh Deddy Andriadi, salah satu pecinta sejati motor antik ini. Ia bercerita tidak ada yang tidak berkesan dari ketiga koleksi motor jadulnya. Semuanya memiliki cerita tersendiri yang sulit dilupakan.
Ia mengatakan yang paling menarik adalah ketika di saat ia mengincar motor tua Honda CB Twin 125 keluaran 1971 ini. "Awalnya saya jalan ke rumah teman, dan ketika itu saya melihat motor itu. Tampilannya sangat jadul tapi antik. Dan saya jatuh hati melihatnya. Mau saya beli dia nggak mau," ujar Deddy kepada Tribun, Kamis (19/12).
Lanjut bercerita ia mengatakan dirinya pantang menyerah untuk mendapatkannya. Ia datangi terus sang pemiliknya. Kemudian berpikir bagaimana caranya agak sang pemilik melepaskan motor itu kepadanya.
"Suatu ketika yang punya motor kedatangan rekan bisnisnya dari Jakarta dan minta oleh-oleh ikan asin tawar. Bingung dia mau nyari kemana. Karena saya punya kenalan petani dan nelayan yang jual ikan asin, saya membela-belakan membelikannya 3 kg ikan asin itu. Mungkin dia merasa tertolong dengan usaha saya itu maka esoknya dia deal mau jual motornya itu," pungkasnya.
Di saat terjadi penawaran jual beli, ternyata ada juga kolektor lain yang tertarik untuk membelinya. "Mungkin dia merasa saya sangat berjasa telah membantunya. Akhirnya ia jual kepada saya. Senang saya. Ibarat lagi jatuh cinta, dan nembak cewek, eh diterima," ucapnya.
CB Twin 125 ini menurutnya memiliki kekhasan yang tidak dimiliki jenis motor jadul umumnya. Dimana dilengkapi dengan mesin 2 silinder, dan masing-masing memiliki 2 knalpot, busi, CDI. Suara motor ini garang menderu-deru seperti kuda berlari.
Saat menunggangi motor jadul ini, Deddy mengatakan sangat bangga bisa menaikinya. Meskipun tampilannya jadul tapi kekuatannya masih mampu bersaing dengan motor baru.
Hanya jika motor ini sudah rusak, maka sulit untuk mendapatkan sparepart aslinya. "Kalau mau cari sparepartnya yang orisinil susah banget. Kadang hrus browsing internet dulu dan kadang juga teman-teman sesama pencinta maotor bantu coba yang nyariin kalau kebetulan mereka ketemu sama sparepart yang kita butuhkan," ujarnya.
Dari segi perawatan, ia harus ekstra melakukannya. " Maklum sudah embah-embah motornya jadi perlu ekstra merawatnya," tambahnya. Yang pasti ia selalu menjaga agar oli motor tidak sampai kering. (tribun cetak)