Ketua DPRD Landak: Kasus yang Menimpa Dedi jadi Pelajaran Masyarakat
Saya terkejut melihat berita tersebut, dan prihatin kenapa dia (Dedi Mulyadi, red) bisa terjebak sebagai pemakai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Kasus narkoba yang melilit Anggota DPRD Singkawang, Dedi Mulyadi, membuat prihatin semua kalangan. Seperti yang dirasakan Ketua DPRD Kabupaten Landak, Heri Saman. Ia mengaku terkejut yang menimpa wakil rakyat dari fraksi Golkar dan saat ini mendekam di penjara.
“Saya terkejut melihat berita tersebut, dan prihatin kenapa dia (Dedi Mulyadi, red) bisa terjebak sebagai pemakai,” kata Heri, kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (13/12/2013).
Ditangkapnya Dedi Mulyadi, menurut legislator PDI Perjuangan ini, menjadi bahan pelajaran masyarakat luas supaya tidak menggunakan narkoba. Menurutnya, narkoba adalah musuh bersama.
Dia mengatakan, apalagi pemakai narkoba, adalah pejabat publik, yang melayani masyarakat. Hal itu, menurutnya, tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pejabat. “Seyogyanya kita sebagai pejabat publik memberikan contoh yang baik, panutan kepada masyarakat,” tuturnya.
Dia dengan tegas meminta, pejabat publik, harus menghindari bahaya narkoba. Karena menurutnya, narkoba merupakan penyakit masyarakat. “Sangat menyesalkan, dia sebagai wakil rakyat, harus mengkonsumsi itu,” tuturnya.
Heri mengingatkan, kepada masyarakat supaya menjauhi narkoba, dengan tidak bergaul terkait dengan narkoba. Bila memiliki beban, Heri berharap tidak lari menyelesaikannya dengan narkoba.
Kasus narkoba terjadi di DPRD Singkawang, menurut Heri, jangan sampai terjadi di Landak juga. “Jangan meniru hal itu karena dapat merugikan diri sendiri. Sanksi pidana jelas, karir politik hancur dan keluarga menjadi malu,” ucapnya.