Sales Cantik BNI Pontianak Tewas Dibunuh

Saul Membunuh Diduga karena Takut Novita Hamil dan Tuntut Tanggung Jawab

Di dalam salah satu kamar di Villa Kapuas Dharma, Saul memiting lengan Novita, serta membekapnya sehingga kehabisan nafas.

Saul Membunuh Diduga karena Takut Novita Hamil dan Tuntut Tanggung Jawab
ISTIMEWA
Saul Teguh Anthony, tersangka kasus pembunuhan Novita Sari. 

Baca Selengkapnya di Koran Cetak Tribun Pontianak Edisi Hari Ini, Kamis (21/11/2013).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sungguh malang nasib Novita Sari, karyawati alih daya yang bekerja sebagai sales produk BNI, di antaranya kartu kredit, di Pontianak. Ia semestinya merayakan ulang tahun ke-27 pada 27 November 2013. Namun, takdir menentukan lain. Ia diduga tewas di tangan Saul Teguh Anthony, kekasihnya, yang merupakan teman sekerja, yang ternyata adalah pria yang telah beristri dan punya anak.

Saul sudah menjalin hubungan gelap dengan Novita sekitar enam bulan. Ketika itu, Novita masih bekerja sebagai tenaga alih daya yang memasarkan kartu kredit BNI. Menurut sumber dari karyawan BNI, Novita ditempatkan di BNI Cabang Kubu Raya.

Nah, di tempat itu pula bekerja Saul, yang menurut orang dalam BNI, berasal dari PT Personal Prima Utama, perusahaan yang menjalin kerjasama dengan BNI Pusat. Saul ditempatkan di BNI Cabang Kubu Raya, dan sama seperti Novita, bertugas menjual produk BNI. Di akun Facebook-nya, Saul menulis pekerjaan sebagai AO Funding BNI Pontianak.

Pertemuan dengan teman sekerja itu akhirnya berlanjut pada hubungan gelap. Disebut hubungan gelap karena Saul sudah beristri. Ia menikah belum lama, yakni 4 Maret 2011. Pada 2012, ia dikaruniai anak laki-laki yang lucu. Jadi, selain berumah tangga, ia juga membangun "rumah tangga" maya dengan Novita.

Entah apa yang ada di benak Saul ketika menjemput Novita di depan gang Jl KH Ahmad Dahlan, Selasa (19/11/2013) pagi. Rencana semula mengajak Novita ke Singkawang ternyata berubah hanya dalam hitungan menit, sehingga mobil yang dikendarainya justru mengarah ke Villa Kapuas Dharma di Jl Budi Karya, Kota Pontianak.

Di dalam salah satu kamar di Villa Kapuas Dharma itulah, Saul diduga melakukan tindak kekerasan terhadap Novita. Di antaranya, seperti yang akhirnya ia akui ke penyidik kepolisian dari Polresta Pontianak, dengan memiting lengan Novita, serta membekapnya sehingga kehabisan nafas.

Mengapa Saul tega menghabisi nyawa Novita, bukankah sebelumnya mereka berpacaran, yang berarti saling mengasihi, saling mencintai? Apa yang membuat Saul begitu kalap dan gelap mata?

Banyak dugaan yang berseliweran mengenai motif Saul membunuh kekasihnya sendiri. Motif serupa kerap muncul manakala kasus perselingkuhan berujung pada kasus pembunuhan. Pertama, ia takut ketahuan oleh keluarga, terutama istrinya. Karena itu, ia mencoba memilih jalan aman dengan menghabisi selingkuhannya. Tapi, motif ini agak lemah. Kalau sekedar takut ketahuan, bukankah ia sudah menjalani hubungan gelap sekian lama dan mereka pandai menyembunyikannya?

Kedua, ada dugaan si perempuan mulai menekan dengan meminta hubungan mereka berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti pada banyak kasus perselingkuhan yang berujung pada pembunuhan, si perempuan mengancam akan membongkar hubungan mereka jika tidak dinikahi. Terutama, ia akan membongkar hubungan itu kepada istri dari pasangannya. Ini yang membuat si lelaku kalap dan ketakutan, lalu melakukan pembunuhan.

Halaman
123
Penulis: Andi Asmadi
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved