Pembunuhan di Pemangkat
Balita 4 Tahun Turut Dibunuh, Ayah Korban Sedih
Sedih rasanya. Anak saya yang masih kecil akhirnya meninggal seperti ini. Padahal, saya tidak lama ke pasar untuk belanja
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Suasana duka masih meliputi keluarga Then Fo Liong alias Afo (58), warga Jl Badak Putih, Desa Harapan, Kecamatan Pemangkat, Sambas, Minggu (17/11/2013). Kehilangan lima anggota keluarga sekaligus, sungguh menyisakan pilu dan luka mendalam.
"Saya sedih atas kepergian keluarga saya. Hingga kini saya kurang tidur. Entah mengapa, saya tak mau tidur, terkait peristiwa ini," kata anak lelaki Afo, Djap Tjiu Tan (34), kepada Tribun.
Djap Tjiu Tan adalah suami Noviyanti (29) dan ayah dari Vina Aelyn (4), yang ikut terbunuh dalam peristiwa berdarah, Sabtu (16/11) pukul 04.55 WIB. Tiga korban tewas lainnya adalah Jap Kiong Jun (53), Juvi A (23), dan Aleksander (19).
Mereka tewas dengan luka bacok dan tusuk di sekujur tubuh. Mayat mereka bergelimpangan bersimbah darah. Mulai dari garasi depan hingga ke pintu belakang rumah. Jap Kiong Jun, istri Afo, tergeletak tak bernyawa di garasi.
Sementara anak-anak dan menantunya, berjejer di depan kamar. Terakhir, sang cucu, Vina, tergeletak di dekat pintu belakang. Tiga jam setelah peristiwa berdarah itu, polisi mengamankan Viriyanto (20) dan adiknya, Eko Sentosa (18).
Kedua bersaudara yang menderita tuna wicara itu, ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga mengamankan Rico. Selain membunuh, Viriyanto dan Eko, juga mengambil uang Rp 11,3 juta.
Djap Tjiu Tan masih tidak percaya, istri dan anaknya, pergi begitu cepat. "Sedih rasanya. Anak saya yang masih kecil akhirnya meninggal seperti ini. Padahal, saya tidak lama ke pasar untuk belanja," ujarnya.
Djap Tjiu Tan memang pergi belanja ke pasar bersama sang ayah, Afo, ketika perampokan disertai pembunuhan sadis itu terjadi di rumah mereka. Selain Tjiu Tan dan Afo, Suci (1) dan Lorea Claudia (6), lolos dari maut.
Saat Viriyanto dan Eko menjalankan aksinya, Suci ada di ayunan di dalam kamar di lantai 1. Sementara Lorea selamat karena mengunci diri di kamarnya di lantai dua, setelah menyaksikan Vina bersimbah darah. Lorea jugalah yang menceritakan kepada sang kakek, Afo, bahwa Vina dibunuh dan ada banyak ceceran darah di bawah.