Editorial

Menunggu Realisasi Jembatan Kapuas III

Jembatan Kapuas I, tiga kali tertabrak ponton dan tongkang, dalam kualitas benturan cukup keras.

Menunggu Realisasi Jembatan Kapuas III
Tribun Pontianak/Uray Ferdiyan
NYANGKUT - Tongkang pengangkut bauksit yang menabrak jembatan masih nyangkut di Jembatan Kapuas I hingga pukul 22.40 WIB, Jumat (30/8/2013). 

JEMBATAN Kapuas I, jalur vital transportasi darat yang menghubungkan Kota Pontianak dengan 14 kabupaten/kota lainnya di Kalbar, tertabrak tongkang pengangkut bauksit, Jumat (30/8/2013) malam.

Tidak hanya fender (pengaman tiang) yang patah, namun benturan hebat itu juga menyebabkan tiang utama jembatan pecah dan retak. Akibatnya, hingga Minggu (1/9) malam, akses menuju jembatan ditutup, kecuali untuk pejalan kaki dan sepeda motor.

Alur lalulintas kemudian dialihkan ke Feri Penyeberangan di Siantan dan Jembatan Kapuas II di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Tidak saja untuk kendaraan umum, namun juga penumpang dan barang.

Belum diketahui sampai kapan akses Jembatan Kapuas I akan dibuka kembali. Dinas Pekerjaan Umum Kalbar dan Polresta Pontianak, baru akan membuka akses tersebut, setelah diketahui hasil identifikasi dari Tim Teknis PU Pusat.

Peristiwa tertabraknya Jembatan Kapuas I itu, kembali memantik kekhawatiran, tentang unsur savety Jembatan Kapuas I. Digunakan sejak 1982 dengan panjang 420 meter, Jembatan Kapuas I, tiga kali tertabrak ponton dan tongkang, dalam kualitas benturan cukup keras.

Kepanikan tergambar jelas dari para pengguna jalan. Bingung dan takut bercampur jadi satu. Kepadatan lalulintas mengekor puluhan kilometer di Jl Tanjung Raya II, Jl Sultan Muhammad, Jl Tanjungpura, Imam Bonjol, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Kendaraan roda empat atau lebih tidak punya pilihan lain selain memutar ke Jembatan Kapuas II dan naik Feri Penyeberangan, untuk dari dan ke Kota Pontianak. Tidak saja masyarakat umum, para pengusaha angkutan orang dan barang juga mulai terkena imbasnya.

Bus antarkota, opelet, taksi, truk, mobil boks, yang sejatinya bisa melintasi Jembatan Kapuas I pada jam-jam tertentu, kini tidak bisa lagi. Bisa dibayangkan, jika situasi seperti ini berlangsung cukup lama.

Sebuah bukti nyata, betapa vitalnya Jembatan Kapuas I untuk menupang mobilitas warga Kalbar.
Bukti nyata ini, sejatinya menjadi catatan penting bagi para pemangku kepentingan untuk duduk bersama.

Pemrov Kalbar, bersama pemerintah kota/kabupaten terkait, Kementerian Pekerjaan Umum, DPR dan DPD RI, harus mendorong solusi jangka panjang agar kejadian seperti ini tidak terulang.
Larangan roda empat ke atas untuk tidak melintas Jembatan Kapuas I, hanya solusi jangka pendek. Begitu juga dengan Peraturan Wali Kota Nomor 12 Tahun 2010, yang mengatur Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang Dalam Wilayah Kota Pontianak.

Halaman
12
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved