Style Blitz

Awang Sofyan Gandrungi Asam Pedas

diracik sedemikian rupa menjadi suatu masakan yang khas akan cita rasa menu nusantara dan melayu.

Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief

MAKANAN khas Melayu yang ada di Kalimantan Barat sepertinya sudah begitu melekat di lidah masyarakat. Betapa tidak, konsep menu maupun ramuan masakan yang di dalamnya terdapat rempah-rempah serta bumbu dari berbagai jenis tanaman tradisional. Kemudian diracik sedemikian rupa menjadi suatu masakan yang khas akan cita rasa menu nusantara dan melayu.

Seperti yang dipaparkan Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Awang Sofyan Rajali. Untuk jenis masakan Melayu, ternyata asam pedas menjadi menu favoritnya. "Kalau favorit saya ikan asam pedas, bumbunya tidak jauh dari kunyit dan daunnya. Tapi ada juga asam pedas, dari kulit sapi yang dicampur dengan tulang iga dan ini yang paling saya suka," ujarnya.

Dijelaskannya, masakan ini merupakan masakan yang berasal dari daerah Sambas dan memiliki bumbu dengan rasanya yang khas. "Memang biasa disebut dengan namaasam pedas daging. Tapi yang biasa dibuat dan kita temui itu asam pedas dari ikan. Rasa dan bumbunya mungkin sama, bedanya hanya dari ikan dan daging," jelasnya.

Selain itu, dikatakannya ada pula masakan khas Melayu yang ia sukai. Seperti pepes ikan, sayur umbut kelapa, bubur pedas, sayur lodeh jantung pisang dan berbagai jenis masakan lainnya.

"Kalau misalnya bubur bedas itu rempah-rempahnya memang berasal dari tanaman yang ada di wilayah kita. Kalau ikan dimasak botok juga enak. Dibungkus dedaunan mengkudu, yang biasanya diisi dengan ikan tenggiri dan ikan yang lain juga bisa. Dan cita rasa luar biasa enaknya dan kandungan gizinya juga tinggi," paparnya.

Menurutnya cita rasa setiap daerah berbeda-beda. Seperti masakan sayur lodeh jantung pisang dan itu sudah menasional. Asam pedas, bubur pedas, tulang iga sambal karabu.

"Dengan adanya makanan seperti ini kita melestarikan khas daerah Kalbar yang digali dari berbagai daerah, dan bahannya memang tersedia di lokal," imbuhnya.

Dengan masakan dan makanan khas melayu ini lanjut Awang, diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan kuliner masyarakat melayu dan nusantara.

"Tentu respons masyarakat kita sangat bagus, apalagi seperti Resto Handayani yang ada di Rumah Adat Melayu. Yang dikelola oleh orang-orang Handayani dan masakan mereka ini tentunya bukan orang baru lagi dalam hal masakan melayu," tuturnya.

Selain makanan, diungkapkannya juga ada beberapa minuman khas melayu Kalbar. "Seperti air rujak dan air serbat. Kalau air serbat ini terbuat dari rempah yang menfaatnya bagus untuk kesehatan. Itu juga khas daerah kita," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved