Style Blitz
Belajar Ketangkasan Yoyo dari Youtube
Permainan ini juga masuk satu di antara sekian banyak permainan yang populer di hampir seluruh dunia.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Jamadin
DUA cakram berukuran sama yang biasanya terbuat dari plastik, kayu, atau logam, kemudian dihubungkan dengan suatu sumbu yang tergulung dengan tali. Merupakan gambaran awal permainan yoyo. Permainan ini sudah dikenal anak-anak Indonesia sejak lama, dan hingga kini tetap lestari.
Walaupun secara umum dianggap permainan anak-anak, tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yoyo. Permainan ini juga masuk satu di antara sekian banyak permainan yang populer di hampir seluruh dunia.
Seorang pecinta permainan yoyo di Kota Pontianak adalah Ridwan, pria kelahiran Pontianak 22 Mei 1995 lalu tersebut mengaku bermain yoyo berawal dari hobi bermian semasa kecil. Anggota komunitas Spinbell ini sudah mahir dan cekatan memainkan yoyo. "Untuk mengisi waktu luang, juga untuk melatih ketangkasan tangan dan fotografi dengan membuat video," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id.
Permainan ini diakuinya baru dimainkan sejak setahun yang lalu. Namun, ketangkasan tangannya dalam memainkan yoyo bisa diadu dengan mereka yang sudah mahir. "Baru sekitar setahun main ini dan sukanya sudah dari dulu. Waktu itu belum ketemu sama komunitasnya. Sekarang jadi fokus main setelah ketemu sama komunitas ini," tutur anak ketiga dari tiga bersaudara ini.
Menurut siswa kelas 3 SMK PGRI Pontianak ini, untuk mendapatkan inspitrasi serta referensi, ia kerap melihat video-video permainan tersebut di youtube. "Awal mula melihatnya dari film Super Yoyo dan Blazeting. Setiap hari pasti main ini, sering juga bawa ke sekolah dan main pas waktu istirahat. Apalagi waktu Ramadan kemarin, kita semua ngabuburit dengan yoyo. Orangtua dukung pastinya," ungkapnya.
Beda halnya dengan pecinta yoyo lain, Idan, pria kelahiran Pontianak 7 November 1991 ini mengaku sempat kesulitan saat belajar trik bermain. "Kesulitannya pas belajar trik, kalau hanya main biasa mungkin gampang," ujarnya.
"Saya main ini awalnya hanya untuk ngisi waktu luang. Dulu pas kuliah, lihat kawan main kayaknya keren. Karena mereka mainnya bisa trik dan kepingin juga. Sekarang sudah ada koleksi yoyo sekitar tujuh," imbuh anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Diakuinya, bermian yoyo mendatangkan banyak manfaat. Satu di antaranya melatih otak kiri dan kanan, juga melatih kosentrasi serta ketangkasan. "Yang pasti bisa dijadikan hal untuk mencari keringat sambil olahraga tangan," pungkas warga Jl Kompleks Untan ini.