Style Blitz
Menuai Berkah Jualan Kue via Online
Owner Nicadea Cake ini mengaku puas, kini kliennya tak hanya orang Pontianak saja tapi juga dari luar negeri.
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Jamadin
PEGIAT bisnis dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi makin banyak. Satu di antaranya Ulmie Detrias, penjual kue online ini mengaku sangat terbantukan berjualan via jejaring sosial .
Berawal dari coba-coba dengan berbisnis kue secara online, kini Ulmie Detrias terbilang sukses. Owner Nicadea Cake ini mengaku puas, kini kliennya tak hanya orang Pontianak saja tapi juga dari luar negeri. Seperti Jepang dan Singapura.
"Inilah keuntungannya lewat Facebook. Misalnya ada yang dari Jakarta dan mau ngasi kliennya di sini, jadi langsung pesan ke kita (Nicadea Cake). Paling jauh yang pesan dari Jepang dan Singapura. Mereka itu orang kita (Indonesia) juga, cuma kuliah di sana dan mau diberikan kan ke keluarganya di sini. Kalau semua daerah di Kalbar, hampir sudah pernah ada pesan. ujarnya saat ditemui Tribun di kediamannnya di Jl KH Wahid Hasyim, Gg Ruper 1 No 5A ini.
Diceritakan ibu dua anak ini, sebelumnya pernah bekerja menjadi karyawati di perusahaan swasta. Pasca menikah ia putuskan untuk berhenti kerja. Sekitar tahun 2009, saat itu Facebook tengah booming. Menurutnya ini peluang menarik.
"Saya lihat resep kue di internet lalu coba-coba buat. Bahkan saat itu saya sampai pinjam mixer," ujar wanita kelahiran Tenggarong, Kaltim 20 Juli 1977 ini.
Mulai terjun ke bisnis ini, ia akui tanpa pengetahuan apapun."Semuanya otodidak, belajar dari google," katanya yang mengaku kue Ultah adalah pesanan paling laris di Nicadea Cake.
Sasaran konsumen adalah teman sewaktu bekerja dulu, dan keluarga dekat. Menurutnya, usaha ini sebagai usaha rumahan dengan tujuan memotivasi yang lainnya.
"Pernah nitip ke warung, cuma karena bayarannya lama, jadi modalnya muter agak susah. Ya sudah, saya coba di Facebook dengan difoto. Mereka yang sudah pesan langsung memberi testimoni," katanya yang per minggu bisa memenuhi orderan hingga 10 pesanan.
Pada tahun pertama, usahanya terbilang jatuh bangun dan pada tahun kedua baru mulai lancar. "Kendalanya banyak, karena kerjanya sendiri jadi gak tertangani," ungkapnya yang mengaku omzetnya per bulan sekitar Rp 4 juta.
Harga kue dipatoknya dari paling murah Rp 150 ribu untuk kue Ultah ukuran 20 cm, hingga harga Rp 1 jutaan, sesuai ukuran dan bahan kue. Usai menerima pesanan kue, ia meminta izin untuk memamerkan foto kue tersebut di laman Facebooknya.
Satu di antara daya tarik kue yang dibikin adalah dekorasi kue yang unik."Biasanya permintaan dari customer dan coba kita modifikasi," ujarnya.
"Semua kue yang saya buat semuanya sesuai pesanan dan sesuai dengan kemampuan ilmu saya. Kalau memang tidak bisa saya bilang tidak bisa," pungkas sarjana D3 jurusan Informatika ini.