Jelang Lebaran, Beli Amplang Harus Inden
Sekitar Rp 15 sampai Rp 16 juta, pembelian orang setiap harinya, siang kita isi penuh malamnya sudah habis
Penulis: Novi Saputra | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Jelang Lebaran, amplang menjadi makanan buruan tak hanya warga pendatang namun juga warga Ketapang. Tak jarang di toko amplang, pembeli harus inden sehari guna bisa mendapatkannya
Pemilik usaha amplang merek Sari Belidak yang beralamat di Benua Kayong, Ruslina Alwi menuturkan dua bulan sebelum Ramadan mereka telah memulai menstok amplang. Caranya dengan melebihkan produksi setiap harinya.
Namun di pertengahan Ramadan stok amplang mereka habis, dan setiap harinya produksi amplang di kediamannya juga habis di buru pembeli.
"Sekitar Rp 15 sampai Rp 16 juta, pembelian orang setiap harinya, siang kita isi penuh malamnya sudah habis, memang kalau mau lebaran selalu seperti ini," katanya kepada Tribunpontianak.co.id, belum lama ini.
Kata Ruslina, lantaran tingginya animo pembeli, inden atau pesan terlebih dahulu juga diberlakukan, pembeli katanya berasal dari warga pendatang yang ingin pulang kampung dan juga warga Ketapang asli.
"Biasanya ada yang pesan dulu,pesan sekarang besoknya diambil, karena banyak yang takut kehabisan," katanya