Ramadan 1434 H

Febryanto Sedih Setiap Lebaran

Diakuinya terkadang perasaannya datang meskipun ia sudah ada pengasuh yang menyayanginya.

Penulis: Subandi | Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harta benda atau yang bersifat materi lainnya bukanlah ukuran kebahagian seseorang. Hal itu terlihat pada Zul Febryanto (12) anak Panti Asuh Ahmad Yani saat belanja di Ramayana Pontianak. Wajah yang semula berbinar-binar penuh kebahagiaan, tiba-tiba langsung muram dan berkaca-kaca.

Ia langsung sedih ketika ditanya akan berkumpul atau tidak bersama orangtuanya saat lebaran Idul Fitri. Hal tersebut lantaran kedua orangtuanya baik ayah maupun ibunya sudah lama meninggal. Sehingga ia harus tinggal di Pantu Asuhan Ahmad Yani Jl A Yani, Pontianak sejak kecil.

"Orangtua saya sudah lama meninggal, dari kecil, saya sudah tidak ingat lagi. Saya terkadang sedih melihat yang lain ada orang tua, saya juga ingin kasih sayang orangtua," kata di sela-sela berbelanja di Ramayana, Rabu (31/7/2013).

Diakuinya terkadang perasaannya datang meskipun ia sudah ada pengasuh yang menyayanginya. Terlebih pada saat Ramadan dan lebaran perasaan itu sering sekali datang. Meskipun tiap tahunnya ada bibi yang di sebutnya Mak De menjenguknya.

"Selain Mak De tidak ada lagi yang mengunjungi saya. Makanya kalau ada orang-orang berkunjung ke panti, rasanya seperti dikunjungi keluarga. Saya harap banyak orang-orang mengunjung panti karena bisa mebuat saya terhibur dan bahagia," tuturnya dengan nada sedih.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved