Breaking News:

Yayasan Palung Ajak Siswa Peduli Masalah Sampah

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 Wib tersebut, diberikan kepada murid-murid kelas 8 dan kelas 9 saat mereka memulai tahun ajaran baru sekolah.

Editor: Jamadin
istimewa
yayasan Palung saat mengadakan kepada siswa di Ketapang, peduli masalah sampah, belum lama ini. 

Citizen Reporter
Petrus Kanisius | Yayasan Palung

SELAMA kurang lebih 1,5 jam Yayasan Palung berkesempatan hadir di sekolah untuk memberi materi tentang lingkungan. Lecture (ceramah-red) lingkungan bertajuk Yuk Go Green, saat diundang untuk mengisi materi lingkungan di Sekolah SMP St. Augustinus, Ketapang saat memulai tahun ajaran baru.

Pada kesempatan kali ini, pemaparan tentang lingkungan secara global dan secara khusus tentang Sampah (Peduli terhadap masalah sampah yang ada di lingkungan sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat-red) dengan mengajak menerapkan kesadaran diri untuk berperilaku 3 R (Reduce/mengurangi, Reuse/menggunakan kembali, Recycle/mendaur ulang) dari sampah sampah yang ada.

Hadir sebagai pembicara Mariamah Achmad, manager program pendidikan lingkungan Yayasan Palung, menyampaikan materi tentang pola perilaku kita saat ini, gaya hidup yang sedikit banyak menyumbang pemborosan energy, dalam penjelasan materi tersebut Mayi, panggilan akrabnya mencontohkan saat ini prilaku konsumtif penggunaan handphone (telepon genggam) yang lebih dari satu termasuk penumbang pemborosan penggunaan energy.

Selain itu, Mayi mengajak adanya perubahan perilaku kita atau masyarakat kita yang saat ini tidak peka pada saat di-charge, banyak diantara kita yang lupa mencabut setelah bateray penuh. Charge harus di cabut karena energy yang dipakai sia-sia. Saat ini bumi semakin panas, sementara kita semakin boros energy, tegasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 Wib tersebut, diberikan kepada murid-murid kelas 8 dan kelas 9 saat mereka memulai tahun ajaran baru sekolah. Pada kesempatan penyampaian materi, siswa siswi diajak melihat realita kejadian lingkungan melalui media foto dislide. Tujuan agar ada pemahaman dan kepedulian dari siswa/I terhadap lingkungan yang ada.

Selain penyampaian materi, siswa/I diajak untuk bermain game agar mereka tidak jenuh saat mendengarkan penyampaian materi dari pemateri oleh Ranti. Game atau permaian tersebut disebut game Orangutan, siswa/I diajak untuk menyanyi, mereka dibagi 4 kelompok dengan diberi nama kelompok 1 dengan nama Orangutan, kelompok 2 Kelasi, kelompok 3 Bekantan, dan kelompok 4 Siberuk (beruk-red). Mereka bernyanyi secara serempak dan menyebutkan sesuai nama-nama kelompok masing-masing. (Orangutan-orangutan, Kelasi-kelasi, Bekantan-bekantan 2x, Siberuk-siberuk) dan seterusnya secara berulang-ulang.

Di akhir penyampaian Mayi berpesan, mudah-mudahan ada tumbuh kesadaran yang muncul dari pribadi siswa-siswa dilingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Kegiatan yang dihadiri oleh 130 siswa dari semua kelas 8 dan kelas 9 SMP St. Agustinus tersebut berjalan dengan baik dan mendapatkan perhatian dari siswa-siswi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved