HUT Bhayangkara
Kapolda Dihadiahi Mandau dan Pakaian Adat
Sedangkan Baju sebagai lambang persaudaraan dan kasih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perayaan Parade HUT Bhayangkara ke- 67 di halaman Mapolda Kalbar, diwarnai dengan penyerahan pakaian adat dari etnis Dayak, Madura, Melayu, Tionghoa kepada Kapolda Kalbar, Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, Senin (1/7/2013).
Penyerahan pakaian adat Dayak diwakili oleh Presiden Front Pembela Dayak (FPD) Nasional, Petrus SA MA. Tak hanya menyerahkan baju Tenun Manik Dayak, FPD juga memberikan sebilah mandau dan perisai kepada Kapolda Kalbar.
Petrus mengatakan, Mandau diberikan sebagai simbol keberanian dan ketegasan Polda Kalbar dalam menegakkan kebenaran dan keadilan dalam kepemimpinan. Sementara perisai sebagai simboll pelindung dan pengayom masyarakat dalam hal apapun. "Sedangkan Baju sebagai lambang persaudaraan dan kasih," ujarnya Petrus kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (1/7/2013).
Dilanjutkan, ibarat bangunan, Kapolda Kalbar sebelumnya, Unggung Cahyono bertugas meletakkan batu pertama dan membuat pondasi. Sementara Tugas Dwi Apriyanto membuat bangunannya.
"Bangunan itu dinamakan bangunan kebersamaan dan keharmonisa. Kami, tokoh lintas etnis dari berbagai budaya, siaap bekerja sama dan membantu kepolisian dalam menciptakan dan menjaga Kamtibmas di Kalbar," tukasnya.