Pembunuhan di Ketapang
Ali Ditusuk dengan Pisau Sayat Daging Sapi
Seorang anggota Buser Polres Ketapang menceritakan sempat terjadi kejar-kejaran dengan M.
Penulis: Novi Saputra | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Proses perburuan polisi terhadap M, pelaku pembunuh Ali berlangsung dramatis. Seorang anggota Buser Polres Ketapang menceritakan sempat terjadi kejar-kejaran dengan M.
Aksi kejar-kejaran itu karena M terlihat tancap gas menuju arah Kayong Utara menggunakan sepeda motornya. "Mungkin merasa dikejar dia menyerah ke anggota Polsek Simpang Hilir di Melanao, Kayong Utara, yang sedang jaga jalan untuk menutup gerak dia," kata anggota tersebut Sabtu (29/6/2013) dini hari.
M kemudian dibawa menuju Mapolres Ketapang oleh Kapolsek Simpang Hilir AKP Hasoloan Hasibuan bersama anggotanya dan mendapatkan pengawalan ketat dari anggota Buser Polres Ketapang.
Saat tiba di Mapolres Ketapang, M dengan perawakan tinggi hitam terlihat sangat tenang. Dia mengaku barang bukti berupa pisau penyayat daging sapi telah ia buang di daerah Paya Kumang. Jaketnya yang berwarna abu-abu juga terlihat bekas darah, yang dimungkikankan bekas darah Ali.
Pembunuhan tersebut diduga bermotif utang piutang. "Utang piutang ini juga awalnya soal utang sapi dari korban ke M sekitar Rp 25 juta. Ini pengakuan sementara dia," tambah anggota tersebut.
Sebelumnya diberitakan, M membunuh Ali di Pasar Haji Sani, Ketapang, sekitar pukul 18.00 WIB. Tiga jam kemudian, M ditangkap di Melanao, Kayong Utara.