Style Blitz
Khusus Musik Tradisional Daerah
Prodi ini dijelaskannya, juga bentuk tanggungjawab lembaga terhadap kelestarian seni tradisi yang ada.
Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Jamadin
SATU di antara Dosen Prodi Pendidikan Seni dan Musik Jurusan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Tangjungpura (Untan) Pontianak, Diecky K Indrapraja, memaparkan untuk mata kuliah, pihaknya memfasilitasi khususnya musik tradisi daerah Kalbar. "Dalam satu semester, mahasiswa belajar ini," ujarnya.
Prodi ini dijelaskannya, juga bentuk tanggungjawab lembaga terhadap kelestarian seni tradisi yang ada. "Dalam arti kata, generasi muda Melayu sejak adanya prodi ini memahami musik ini secara mendalam. Parameternya sanggar seni sudah diramaikan anak muda. Sebelum ada prodi, hanya orangtua saja yang meramaikannya," imbuhnya.
Menurutnya, pada akhirnya banyak event-event yang menyangkut seni mengikutsertakan prodi seni. "Semua musik tradisi, punya kekayaan yang khas. Ketika tidak dibekali sejak awal jadi tidak tahu. Kesulitannya juga karena tidak banyak dosen yang memahami seni Melayu secara akademis," tuturnya.
"Kalau seniman alam itu banyak, tapi seniman akademis kurang, itu masalah lain selain minimnya peralatan. Kalau saya lebih kepada komposisi musik dan arantsemen. Mahasiswa bermain musik tradisi tapi belajar musik modern atau mancanegara," lanjutnya yang baru sekitar satu tahun menjadi dosen di prodi ini.
Dijelaskannya, adapun tujuan dari hal ini menurutnya untuk memupuk kepercayaan bahwa musik tradisi Kalbar mampu bersanding dengan musik yang lain khususnya musik barat yang banyak digandrungi generasi muda.