Style Blitz
Remaja Butuh Kegiatan Positif di Rumah
sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, semisal sama hobi, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Tayang:
Editor:
Arief
PSIKOLOG Fitri Sukmawati MPsi mengatakan, remaja adalah suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12 hingga 22 tahun. Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa, yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan, untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, semisal sama hobi, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Isu sentral remaja adalah masa berkembangnya indentitas diri, yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Banyak pilihan yang menjadi penentu aktivitas para remaja. Mungkin dengan memasak, dan membuat anak remaja lebih aktif di rumah dengan keasikannya memasak.
Hal ini juga berdampak positif, karena pada usia remaja, yaitu lewatnya masa pubertas, mereka memilih apa yang menjadi kesukaannya. Tidak menjadi masalah juga kepada anak yang kerap dirumah, mungkin dengan berpetualang dengan menu masakan dan resep-resep.
Hal terpenting adalah pendidikannya selalu di utamakan, seperti mengerjakan tugas dan lainnya. Sekolah juga merupakan tempat bersosialisasinya anak remaja tersebut. Terkecuali, anak lebih sering mengurung diri di rumah, tidak adanya sosisalisasi antar-sesama. Itu baru tergolong dampak negatif yang perlu di antisipasi sejak dini.