Style Blitz
Pilih Masak daripada Ngumpul
Sering saya kalau lagi masak, kawan-kawan ngajak nongkrong.
Tayang:
Editor:
Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kegiatan mengolah dan meracik bumbu makanan menjadi makanan, biasanya identik dengan kegiatan ibu-ibu, wanita dewasa, dan para orang tua. Namun di masa remaja, jarang sekali menemukan wanita yang senang akan urusan dapur.
Hal ini yang dilakukan Melinda Ananta Sari, demi masak, ia rela tidak berkumpul bersama teman-temannya. "Sering saya kalau lagi masak, kawan-kawan ngajak nongkrong. Tapi saya lebih mendahulukan masak daripada ngumpul," ujar wanita kelahiran Pontianak 3 Januari 1994 ini, saat ditemui beberapa waktu lalu.
"Malah pernah Melin sampai dibilang, jawak Melin nih, lebih mentingkan masak. Tapi mau diapakan, paling Melin minta maaf, lagi sibuk, mau digimanakan lagi. Alhamdulillah kawan ngerti juga. Tapi keseringan kasus ini, letih dah Melin jelaskannya," jelas wanita berambut panjang ini.
Mahasiswi semester dua Jurusan Akuntansi BSI Pontianak ini, sangat hobi memasaknya. Menu masakannya antara lain sambal hati, cah kangkung, dan masakan sehari-hari di rumah. Dari sekian banyak masakan yang biasa dia buat, Melin paling suka memasak steak atau daging panggang.
Sales Promotion Girl (SPG) Speedy Telkom ini, menyadari hobinya agak berbeda dibanding teman-teman seusia dia. "Anak-anak cewek seumuran saya masih suka main dan nongkrong kesana-kemari, saya lebih suka untuk memasak.Tidak semua orang bisa melakukannya," katanya.
Wanita yang berdomisili di Jl Apel Gg Rambai No 47 ini, sering kali mendapat ungkapan-ungkapan kata dari teman-temannya dengan hobinya ini. "Bukan sekali aja, bahkan sering kawan-kawan bilang, kamu ini kalau sudah memasak, kawan tidak dipedulikan, sama jak kayak Mamaku," imbuhnya menirukan kata kawan-kawannya.
Tidak hanya dirumah, Melin, nama panggilan akrabnya juga kerap memasak saat ngumpul bersama teman-temannya. Melin mengakatan, kenangan saat memasak, hingga kini tidak bisa dilupakannya, yaitu saat memasak ayam semur Bali di rumah temannya.
"Waktu masakan sudah selesai dimasak, dan akan dibawa ke meja, eh, karena kawan-kawan ramai ngumpul, kaki Melin kesandung. Semua masakan tumpah, dan tidak bisa dimakan. Kesal sekali saat itu, sudah masak lama-lama, malah enggak bisa dinikmati," kenang anak pertama tiga bersaudara ini.
Sisihkan Uang Jajan
Demi hobi memasak, Sherly Aulia rela menyisihkan uang jajannya demi memenuhi hobi yang dilakoninya. "Kadang kalau sudah kepingin masak sesuatu, rela uang jajan disisihkan untuk beli perlengkapan untuk dimasak," ujar gadis kelas III SMP 12 ini.
Anak pertama dari dua bersaudara ini juga kerap membaca majalah-majalah, yang memiliki menu resep masakan. "Biasanya kalau lagi ke mana gitu, pasti suka cari menu-menu masakan baru. Habis itu kadang coba peraktikkan di rumah," tuturnya.
Sepulang sekolah, biasanya Sherly memasak. Menunya antara lain steak, kari, masak kecap, sup, dan lainnya. Dari sekian banyak menu, dia mengaku menyukai masakan ayam ungkep kari, karena simpel tapi rasanya enak.
Perasaan bangga, bisa mempraktikkan langsung menu yang diperolehnya, gadis berambut panjang ini tidak merasa puas walau telah selesai memasak. "Saya kalau masakan pertama agak gimana rasanya, itu tetap kedepannya saya ulangi lagi masaknya, sampai merasa pas rasanya," ungkap dia.
Gadis yang berdomisili di Jl Tabrani Achmad ini, tidak bosan-bosannya untuk terus mencoba masakan dengan menu baru. Baginya memasak membuatnya merasa senang, apalagi jika dipuji orangtua.
Hobi Sherly mendapat dukungan dari orangtuanya, yang biasanya membantu. "Biasalah namanya anak sekolah, kan ndak banyak duit. Mama kadang sering menambahkan bumbu-bumbu yang masih kurang," ceritanya. (tribun pontianak cetak)