Style Blitz

Levi Pilih Kombinasikan Aliran Musik

Perangkat ini seperti synthesizer, sampler, groove box, drum machine, dan turntables.

Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengombinasikan jenis aliran musik menjadi pilihan bagi Levi Nawawi, yang saat ini sedang gencarnya memainkan electronic musik. 

Menurutnya, electronic music itu artinya musik yang dimainkan dengan perangkat alat music electronic. Perangkat ini seperti synthesizer, sampler, groove box, drum machine, dan turntables.

Seiring perjalanan waktu, musik elektronik dapat dibuat, dilakukan dan dapat dipertunjukkan dengan laptop. Program dan alat-alat pendukungnya seperti midi controller, keyboard controller, sampler pad, effect controller dan lainnya.

"Saya memilih aliran musik ini karena unik, bisa dilakukan sendiri, bebas berekspresi dan imajinasi tidak terbataskan. Saya bisa memasukkan suara-suara musik lain, seperti sound industrial, mesin, suara alam, ke dalam sebuah lagu, tanpa menghilangkan unsur seni dan estetika lagu tersebut," imbuhnya.

Dilanjutkan, ia lebih menekuni Electronic Dance Music (EDM), lebih dekat ke trance dan techno music. "Saye terjun ke electronic music dari sekitar tahun 2005. Awalnya pake software, program dan perangkat komputer. Berlanjut mengenal alat kayak sampler, synthetizer, efektor, turntable, midi controller, groove box dan sequencer. Baru sekarang saya kombinasikan antara software dan hardware," ungkapnya.

Menurutnya, sejauh ini tanggapan masyarakat dengan jenis aliran musik ini lumayan baik, terutama dari generasi muda. "Kesulitannya karena musik ini setengah ngeband dan setengah nge-DJ. Jadi kadang orang masih bingung dan sulitnya hanya event tertentu yang bisa menerima," ujar pemilik Chemical DJ Studio di Jl Abdurrahman Saleh (BLKI) ini.

"Akhirnya saya menemukan style sendiri untuk bermusik. Musik ini biasa disebut musik kamar. Pelakunya musisi kamar atau bedroom musician. Karena memang produksi dan latihannya cukup di kamar saja," imbuhnya.

Menurutnya, memainkan aliran musim ini tak semudah kelihatannya. "Karena musik ini ada proses produksi, editing , baru tampil live. Seorang elektronik musisian harus bisa mendesain sound dan menjadi sound engginer untuk dirinya sendiri dan karyanya sendiri," jelasnya.

Electronic music itu, lanjutnya, bisa DJ bisa juga produser. "Kalau DJ dia meremix dan membawakan lagu orang. Sedangkan produser, dia buat lagu sendiri dan saya termasuk keduanya. Yang saya bawakan dubstep, bass tune, ambient experimental and electronic music," pungkasnya. 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved