Style Blitz
Dubstep Rasuki Sukma
Karena menurutnya, aliran ini lebih masuk ke sukma ketika ia memainkan beat, serta dentuman yang mempunyai ciri khas tersendiri.
Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Reza Prabudiana lebih memilih aliran dubstep dalam bermusik. Karena menurutnya, aliran ini lebih masuk ke sukma ketika ia memainkan beat, serta dentuman yang mempunyai ciri khas tersendiri.
Beberapa waktu lalu, sejumlah peminat aliran musik electronic ini sempat menggelar acara di Mus1c One Pontianak, Komplek Matahari Mall 2rd Floor Jl Jendral Urip, Minggu (11/6/2013). Acara tersebut cukup menyita perhatian para pecinta dan peminat musik yang ada di Kota Pontianak.
Selain Reza, acara tersebut juga diisi oleh beberap band lokal, seperi di antaranya Jamming BFOF, Suicide, Gen, Rivania, Oldculture, Bengkel Seni Fisipol, Confuse dan Chains Killa. Dengan guest starnya yakni Dubsuck, Brengoos dan Whosremo.
"Inti tujuan kami, selain untuk bersenang-senang juga untuk bersilahturahmi serta memperkenalkan musik yang tak lazim. Seperti Dubstep, drum n bass, serta Electro. Tidak menutup kemungkinan jika semakin banyak genre musik maka akan semakin open minded terhadap genre yang baru," ungkap pria kelahiran 19 Mei 1989 ini.
Dia menambahkan, genre musik ini menurutnya berasal dari Inggris Selatan. "Untuk dubstep hampir sama dengan drum n bass, jungle, 2step, Uk Garage, atau Grim. Tetapi Dubstep sound bass-nya lebih dominan dalam memberikan irama. Yang paling penting harus menusuk sukma yang terdalam," paparnya.
"Aku memilih aliran tersebut secara pribadi karena aku lebih menikmati beat yang grovie, cepat dan tidak monoton seperti 'lagu selatan'. Secara umum, ini sesuatu yang beda dari yang lain, dan harus kita coba," imbuhnya.
Diungkapkan ketertarikannya terhadap jenis aliran musik ini sejak ia berada di Kota Gudeg, Yogyakarta. "Aku mulai memainkan aliran ini sejak 2008 di Yogyakarta. Waktu itu saya belajar DJ di Ethnictro dengan DJ Latex dari Principle of South," tuturnya.
Menurutnya, sejauh ini tanggapan masyarakat dengan kehadiran aliran musik ini belum terlau dominan. "Ada yang suka, ada yang biasa aja dan ada yang belum menemukan titik menikmati musik ini," pungkasnya.