Satria Bunglon Semi Touring

agar touring yang dilakukannyà terasa lebih nyaman, ia pun merombak tampilan motor Satria FU 150 kesayangannya.

Penulis: Mirna | Editor: Arief
Satria Bunglon Semi Touring
TRIBUN PONTIANAK/LEO PRIMA
Arul dengan Suzuki Satria FU 150 semi touring miliknya.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Arul, mahasiswa semester 6 Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Pontianak, ini sangat hobi yang namanya touring.  Hampir semua daerah yang ada di Kalbar telah dijelajahinya. Seperti Sambas, Ketapang, Sanggau, Sintang, Melawi, bahkan Entikong.

Baginya touring dengan mengendarai kendaraan beroda dua adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Agar touring yang dilakukannyà terasa lebih nyaman, ia pun merombak tampilan motor Suzuki Satria FU 150 kesayangannya.

"Motor ini adalah motor ketiga yang saya modif. Saya yang sukanya touring jadi sangat penting bagi saya untuk mengubah tampilan motor milik saya, supaya lebih nyaman ketika touring. Untuk itu saya pilih konsep semi touring pada ubahan kali ini," ungkap Arul kepada Tribun, Kamis (13/6/2013).

Karena melihat medan di Kalbar yang kebanyakan rusak, ia pun menyelipkan konsep trail pada konsep diusung. "Konsep trail yang saya pilih mampu membuat tampilan motor lebih garang dan enak saat menaikinya. Yakni bisa jalan di semua medan dan nyaman saat di bawa touring. Hanya kekurangan nya pada saat tikungan, saya agak mengalami kesulitan karena ketinggian," tambahnya.

Untuk mempercantik tampilan, ia kelir bodi motor dengan sentuhan warna bunglon. Sehingga kelihatan lebih menarik. Beberapa aksesori motor seperti set box, ia sengaja pasang untuk menunjang perjalanan touringnya. Set box tersebut dipasang pada bagian kiri, kanan dan belakang motor. "Kalau touring bawaan saya banyak. Jadi set box itu manfaatnya menaruh bawaan yang diperlukan ketika touring," tuturnya.

Ia mengatakan meskipun terkadang memakan waktu yang lumayan lama untuk mencapai daerah tujuan dan juga cukup melelahkan, tapi ia selalu menikmatinya. "Kalau sudah hobi, semuanya menjadi menyenangkan. Walaupun melelahkan menjadi tidak terasa," tuturnya.

Arul bercerita pengalaman berkesan yang tak pernah dilupakannya yaitu ketika pengalaman touringnya ke Sintang. Di mana saat perjalanan di daerah Sanggau, ban motornya ketika itu bocor. Sedangkan saat itu waktu menunjukkan jam satu dini hari. Dan tidak ada bengkel yang satupun buka.

"Jadi saya paksain jalan sampai Sintang.  Jam 6 pagi baru ketemu bengkel yang buka. Selama 6 jam, saya mengendarai motor dalam keadaan bocor," ujarnya.

Banyak suka duka yang ia telah alami bersama motornya ini. Motor ini ibaratnya istri kedua bagi Arul. Kemana saja ia selalu ditemani dengan tunggangan kesayangannya itu. Motor miliknya hampir tak dapat dipisahkan dalam kehidupannya. 
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved