Style Blitz
Hias Kuku Referensi dari Internet
Bahkan, teman sekantornya yang bekerja di satu bank swasta di Kota Pontianak ini juga kerap ia hias kukunya.
Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TREN terbaru menghias kuku yang saat ini lebih kerap didengar dengan sebutan nail art, mungkin sudah tak asing bagi kaum wanita yang gemar menghias kukunya. Untuk memiliki kuku yang cantik, dengan konsep ini tidak perlu mempunyai kuku yang panjang.
Seperti yang dituturkan Rensi, satu di antara wanita karier yang kerap menghias kukunya dengan nail art dengan melakukan secara sendiri. Bahkan, teman sekantornya yang bekerja di satu bank swasta di Kota Pontianak ini juga kerap ia hias kukunya.
"Jadi tidak mesti kuku panjang, pendek juga tetap bisa berkreasi. Karena bagi wanita penampilan hal utama dan penting biar keren. Apalagi kalau melihat kita sebagai cewek dan melihatnya dari kuku," katanya di Pontianak, belum lama ini.
Diakuinya pengetahuan seni menghias kuku tersebut dipelajari secara otodidak dan referensi dari internet. "Orang rata-rata kukunya panjang yang indah. Tapi bagi saya kuku yang bentuk apapun bisa didesain, tergantung bagaimana cara kita mengambil modelnya," kata Rensi.
Wanita kelahiran Pontianak 24 Oktober 1982 ini menuturkan untuk up-date koleksi seni terbaru bisa dengan browsing untuk mencari rujukan gambarnya. "Kalau bisa melukis, baru-baru ini. Tapi kalau ngecat dari SMA sudah suka," tuturnya.
Ada pun alat-alat yang pergunakan di antaranya kuas, gliter, manik-manik, pulupen ukir dan vitamin kuku dengan total biaya sekitar Rp 200 ribu. "Kasih vitamin kuku kemudian bersihkan, baru oles kuku dengan kutik warna sesuai yang diinginkan. Setelah finishingnya baru dikreasikan," jelasnya.
"Kutik yang digunakan juga jangan terlalu jelek, karena bisa merusak kuku. Minimal empat jam, tunggu sampai kering, baru bisa terkena air atau lainnya. Hal tersebut agar hasilnya lebih awet dan warna tidak kusam, jadi kalau lebih lama lebih bagus," tambahnya. (qky)