Style Blitz

Dentuman Meriam Sambut Raja

Rombongan pun terhenti ketika laskar-laskar Melayu menunjukkan kebolehanya beratraksi silat.

Tayang:
Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suara musik tanjidor dan dentuman meriam membahana ketika para tokoh Melayu dan raja-raja seKalbar berjalan menuju Rumah Adat Melayu, Rabu 22 Mei, kemarin. Rombongan pun terhenti ketika laskar-laskar Melayu menunjukkan kebolehanya beratraksi silat.

Saat memasuki ruangan Rumah Adat Melayu, tampak kental nuansa kuning berhiaskan pernak pernik berkilauan. Para tokoh Melayu, para raja, pejabat, saling salam, peluk, dan sapa,  suasana jadi akrab, serta jadi ajang silatirahmi. 

Demikian sambutan di awal acara pelantikan pengurus Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Pontianak masa khidmat 2012-2017. Hadir dalam prosesi itu, Raja Landak, Raja Tayan, Raja Sintang, Raja Sekadau, Raja Sanggau, dan Raja Sambas.         

Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak yang diwakilkan Sekretaris Daerah Kota Pontianak, M Akip, menyatakan, keberadaan PFKPM bisa menjadi payung budaya dan adat istiadat yang ada di Kota Pontianak, sehingga dengan keberadaan PFKPM dapat mempertahankan beragam budaya dan adat istiadat yang ada dan mengenalkan kepada masyarakat. 
Usai ramah tamah, Ketua DPP PFKPM Provinsi Kalbar H Firman Muntaco SH MH, secara langsung melantik pengurus DPD PFKPM Kota Pontianak yang diketuai Ir Rustammy Atmo.

Pelantikan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh Ketua DPP PFKPM Provinsi Kalbar dan Ketua DPD PFKPM Kota Pontianak, disaksikan para tokoh Melayu. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan tanda selempang dan penyerahan keris kehormatan kepada Ir Rustami sebagai pemegang tampuk amanah Ketua Pemuda Melayu Kota Pontianak.   

Pada kesempatan tersebut, PFKPM Kota Pontianak juga melakukan peluncuran buku karya Ahmad Asma Sd yang berjudul 'Pontianak Heritage' dan karya Syafaruddin Usman MHD berjudul 'Risalat Pokok Hukum Adat Melayu' yang berisikan, masyarakat, sejarah, budaya Melayu Kalbar. 

Ketua DPD PFKPM Kota Pontianak, Ir Rustammy Atmo, menyatakan PFKPM akan selalu mengenang kembali kejayaan Melayu, yang intinya beriktikat mengembalikan kejayaan tersebut pada masa sekarang dan masa akan datang.

Menurutnya, Melayu telah memberikan sumbangan besar bagi bangsa ini. Di mana pemersatunya adalah bahasa, yakni bahasa  Melayu. 

"Suku Melayu selalu besinergi dengan suku lain, seperti Dayak Bugis, Banjar, Jawa, dan suku-suku lainnya. Semuanya bersama-sama menggali dan mengembangkan budaya, yang merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar lagi," ujar Rustammy. 

Dikatakannya, budaya global tidak boleh membuat orang Melayu meninggalkan warisan budaya leluhur. Kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Melayu, jika diinterpretasikan secara benar, dapat menjawab berbagai permasalahan yang muncul di masyarakat.

"Perjumpaan suku Melayu dan suku-suku lainnya yang ada di bumi Kalimantan Barat pada umumnya, Pontianak pada khususnya, dapat menjadi kekuatan pemersatu, agar hidup ini lebih mudah dan lebih indah," tuturnya. (ken)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved